{"id": 33, "scenario": "di bank", "participants": "Dedi dan Sinta", "dialogue": "Dedi: Sinta, lo ngantri di sini dulu ya, gue isi slip setoran dulu.\nSinta: Iya deh, tapi cepetan. Antreannya rame banget hari ini.\nDedi: Iya nih, apalagi Senin pagi. Doain moga tellernya cepet.\nSinta: Eh, giliran lo udah hampir. Slipnya udah kelar?\nDedi: Udah, aman. Ini setor tunai doang sih.\nSinta: Oke, gue tunggu di kursi situ ya.\nDedi: Sip, abis ini gue traktir es kopi.\nSinta: Nah, itu mah baru enak!", "tone": "santai", "setting": "Bank BCA cabang Sudirman"} {"id": 132, "scenario": "di stasiun", "participants": "Andi dan Lina dan Ratna", "dialogue": "Andi: Lina, tiketnya udah dipegang? Jangan sampai ketinggalan lagi kayak kemarin.\nLina: Udah lah, ini udah di tangan. Ratna kok belum dateng ya?\nRatna: Sori telat! Tadi macet parah di Sudirman.\nAndi: Duh, dasar telat mulu. Untung kereta belum masuk.\nRatna: Ya udah, kabarin aja kalau udah mau berangkat sekalian.\nLina: Siap, pesan grup tetep dibuka. Naiknya di gerbong mana nih?", "tone": "santai", "setting": "Peron 3 Stasiun Gambir"} {"id": 19, "scenario": "di stasiun", "participants": "Agus dan Putri", "dialogue": "Agus: Put, kereta dari Bekasi udah masuk belum?\nPutri: Katanya telat 15 menit, Bang. Eh, kamu jadi turun di Tanah Abang kan?\nAgus: Iya, lanjut KRL. Mumpung masih lama, aku mau ke toilet dulu, titipin tas ya.\nPutri: Siap, santai aja. Nanti aku kabarin kalau udah mau masuk.\nAgus: Oke, makasih. Jangan lupa sama tas aku, isinya laptop, haha.\nPutri: Iyaa, aman deh. Eh, udah muncul tuh di papan info. Ayo siap-siap.", "tone": "santai", "setting": "Peron Stasiun Manggarai"} {"id": 84, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Rudi dan Dewi", "dialogue": "Rudi: Dewi, mau pesen apa? Es kopi susu kayaknya enak nih.\nDewi: Iya boleh. Sekalian gorengan, males keluar. Lu udah pesen?\nRudi: Belum, nungguin kamu. Bang, es kopi susu dua sama pisang goreng!\nDewi: Haha sip. Eh, tadi liat WA nggak? Bos minta meeting jam dua.\nRudi: Lah, beneran? Kirain besok. Ya udah, buruan habis ini balik.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 31, "scenario": "di pasar", "participants": "Fitri dan Sinta dan Tika", "dialogue": "Fitri: Sinta, tanya dong, cabenya di sini masih mahal gak?\nSinta: Masih, Fi. Tadi aku tawar yang merah, lima puluh ribu sekilo.\nTika: Ih, mahal amat! Kayaknya di sebelah lebih murah, tadi aku lihat empat lima.\nFitri: Yasudah, kita cek ke sana. Eh, tapi kalo udah jam segini, bisa dapat bonus dikit kagak ya?\nSinta: Haha, cobain aja nawar pake senyum, Fi.\nTika: Ayo lah, udah mepet, nanti sekalian beli ikan.\nFitri: Oke deh, gas!", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kembang"} {"id": 120, "scenario": "di pasar", "participants": "Andi dan Fajar dan Joko", "dialogue": "Andi: Eh, Joko, Fajar, ke sini! Bantuin milih semangka dong.\nFajar: Wah, gede-gede. Yang ini aja, kayaknya mateng.\nJoko: Iya, kulitnya mengkilap. Pak, berapa sekilo?\nAndi: Kok mahal amat, Pak. Kemarin di kios sana lebih murah.\nFajar: Iya deh, Pak, kurangin dikit lah. Dua puluh ribu aja.\nJoko: Udah, udah, jadi dua biji. Kita patungan.\nAndi: Sip, kayaknya segar nih buat buka puasa nanti. Ayo bayar!", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kembang"} {"id": 133, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Vina dan Fitri dan Intan", "dialogue": "Vina: Eh, lo pesen apa? Gue mau es kopi susu dulu, panas-panas gini.\nFitri: Sama deh, es kopi susu. Pakde, dua es kopi susu sama gorengan satu porsi!\nIntan: Aku teh hangat aja, males kopi. Eh, tadi lu denger nggak sih berita tetangga sebelah?\nVina: Yang mana? Banyak banget tetangga.\nIntan: Yang rumahnya mau dijual. Katanya harganya turun, tapi tetep aja mahal buat gue.\nFitri: Ah, ngomongin harga rumah, mending ngomongin gaji. Udah gajian tapi belum tanggal tua udah kering.\nVina: Haha, setuju. Yuk, kita minum dulu, biar nggak kepikiran.\nIntan: Iya, yuk. Pakde, kalau sudah, dibungkusin bakwan satu buat aku ya.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 73, "scenario": "di kantor", "participants": "Bayu dan Eko", "dialogue": "Bayu: Eh, lo udah makan belom? Daritadi ngeliatin laptop terus.\nEko: Belom, males keluar. Lagi ngejar deadline laporan yang tadi pagi diminta Pak Rudi.\nBayu: Oh itu. Gue kira lo udah selesai, tadi kayaknya si Rina udah ngumpulin.\nEko: Rina mah udah biasa lembur. Gue masih ngerapiin data penjualan, berantakan banget.\nBayu: Wes, santai aja. Sekalian istirahat makan siang. Yuk ke bawah, gue traktir.\nEko: Hah, beneran lo? Ya udah, sekalian cari angin. Bentar gue simpen dulu filenya.", "tone": "santai", "setting": "Ruang Pantry Kantor Lantai 3"} {"id": 124, "scenario": "di restoran", "participants": "Bambang dan Dedi", "dialogue": "Bambang: Pakde, minta es teh manis satu sama gorengan semangkuk, ya.\nDedi: Aku kopi hitam aja. Yang pahit, jangan dikasih gula.\nBambang: Eh, lu udah makan? Tadi bilangnya mau sate kambing deket sini.\nDedi: Haha, sate-nya kemarin malam, Bro. Sekarang lagi jaga kolesterol.\nBambang: Oke deh. Nanti pulang bareng ya, takutnya macet.\nDedi: Boleh. Sekalian kita bahas rencana liburan minggu depan.\nBambang: Sip. Pakde, dibungkus aja gorengannya, kita mau cabut.\nDedi: Pas banget, ayo bayar.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 129, "scenario": "di stasiun", "participants": "Dewi dan Joko", "dialogue": "Dewi: Jok, tiketnya udah dipegang? Jangan kayak kemarin, ketinggalan lagi.\nJoko: Udah lah, tenang. Ini udah di dalem tas, dua-duanya.\nDewi: Syukurlah. Eh, kereta jam setengah lima, kan?\nJoko: Iya, masih sejam lagi. Mending kita cari kopi dulu, sekalian nunggu.\nDewi: Boleh tuh. Yang di deket pintu masuk tadi aja, biar gampang kalau udah mau masuk.\nJoko: Oke, sikat. Habis itu langsung ke peron, ya.\nDewi: Siap. Jangan lupa kopinya susu kayak biasa.", "tone": "santai", "setting": "Peron 3 Stasiun Pasar Senen"} {"id": 137, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Dodi dan Fajar", "dialogue": "Dodi: Eh Fajar! Sini, sini. Jarang banget keliatan lo.\nFajar: Ah, gua sibuk banget bro. Kerjaan numpuk. Lo sendiri? Ngopi sendirian?\nDodi: Iya, nunggu client sih. Eh, lu udah pesen?\nFajar: Belum. Mau pesen kopi susu dulu ah.\nDodi: Pakde, kopi susu satu, panas! Sekalian gorengan dua.\nFajar: Santai aja, gua traktir kali ini.\nDodi: Ah, masa sih. Ya udah, thanks ya. Sekalian balas nanti.\nFajar: Sama-sama. Yang penting ngobrolnya enak, kan.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 4, "scenario": "di bank", "participants": "Rina dan Bambang", "dialogue": "Rina: Eh, Bambang, ngantri dari tadi? Nomor antrian lo berapa?\nBambang: 047, masih nunggu 10 orang lagi. Lo mau ngapain? Ambil uang?\nRina: Iya, mau tarik tunai buat bayar kontrakan. Tapi ATM-nya lagi rusak kayaknya, tadi udah nyoba dua mesin.\nBambang: Duh, sialan. Mending lo ambil di teller aja, sekalian minta ganti buku tabungan. Lumayan, gak usah antri lama-lama kalau sekarang lagi sepi.\nRina: Bener juga. Eh, nomor 047, manggil lo tuh!\nBambang: Wah, iya! Oke, aku ke teller dulu, ya. Semoga cepet dilayanin!\nRina: Aamiin. Nanti kabarin kalau udah beres, kita nongkrong dulu. Sip!", "tone": "santai", "setting": "Bank Mandiri Cabang Sudirman"} {"id": 54, "scenario": "di restoran", "participants": "Rudi dan Hendra", "dialogue": "Rudi: Makan di sini aja deh, laper banget.\nHendra: Iya, sekalian ngadem. Yang penting nasi padangnya ada.\nRudi: Bang, pesen dua nasi rendang, telur dadar satu, sama es teh manis dua.\nHendra: Jangan lupa sambal ijo yang banyak ya Bang.\nRudi: Minumnya duluan aja, biar nggak seret.\nHendra: Siap. Eh, nanti pulangnya mampir beli pisang goreng nggak?\nRudi: Boleh tuh. Sekalian buat temen nongkrong di kos.", "tone": "santai", "setting": "RM Padang Sederhana"} {"id": 128, "scenario": "di pasar", "participants": "Tika dan Vina dan Fajar", "dialogue": "Tika: Vin, yang ini gimana? Katanya lagi musim, tapi aku ragu.\nVina: Itu mah enak, Ti. Tapi jangan yang itu, yang sebelahnya aja, lebih manis.\nFajar: Eh, kalian udah keliling? Tadi aku liat mangga di pojok, harganya murah meriah.\nTika: Beneran? Daripada di sini, yuk ke sana. Neng, ini dikurangin dikit bisa kan?\nVina: Ayo, sekalian beli sayur buat masak sore. Jangan lupa tawar ya, biar dapet bonus!\nFajar: Santai aja, aku udah hafal yang suka nawar. Sini biar aku yang urus.\nTika: Haha, oke kalau gitu. Eh udah siang, abis ini makan siang yuk, aku laper.\nVina: Sip, gamang! Sekalian es kelapa muda di sana.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kliwon, Semarang"} {"id": 93, "scenario": "di restoran", "participants": "Ratna dan Arif", "dialogue": "Ratna: Arif, pesenannya udah? Aku laper banget nih.\nArif: Belum, tadi nungguin kamu dateng. Ini menu, aku mau nasi goreng sama es teh.\nRatna: Ya ampun, tadi macet di lampu merah depan pasar. Ya udah, aku mau soto ayam aja, yang pedes.\nArif: Mas! Satu nasi goreng, satu soto ayam, dua es teh ya.\nRatna: Wah cepet banget datengnya, untung kita milih di sini.\nArif: Iya, enak, murah, gak nunggu lama. Bayarnya gimana, aku yang traktir deh.\nRatna: Ah gak enak, nanti aku gantian ya. Eh tapi ini sambelnya nampol banget!\nArif: Haha, emang legendaris. Habis ini lanjut ngopi di rumahku, gimana?", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 61, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Bambang dan Tika", "dialogue": "Bambang: Tik, lu pesen apa? Aku mau ngopi satu kayak biasa.\nTika: Aku es teh manis aja, panas-panas gini. Eh, lo udah denger belum, Pak RT mau bikin kerja bakti Minggu pagi?\nBambang: Belum, tuh. Jam berapa? Jangan pagi-pagi amat, Sabtu malem aku nonton bola sampe subuh.\nTika: Katanya jam tujuh. Tapi, lo dateng dong, kan bentar doang.\nBambang: Yaelah, tujuh pagi. Ya udah, aku usahain lah. Nanti kubawain kopi sekalian biar warga pada melek.\nTika: Nah gitu dong. Eh, es tehku dateng. Lo bayarin ya, nanti aku transfer.\nBambang: Siap deh. Eh, aku tambah gorengan ah. Mbak, gorengan tiga!\nTika: Haha, oke. Kita berangkat dulu ya, nanti kesiangan.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 68, "scenario": "di sekolah", "participants": "Arif dan Maya dan Lina", "dialogue": "Arif: Lu udah kerjain PR MTK belum?\nMaya: Belum, males. Lu?\nArif: Udah, tapi gue ragu nomer tiga.\nLina: Itu gampang sih, pakai Pythagoras aja.\nMaya: Lah, nyontek ya lu? Hahaha.\nLina: Dasar! Yaudah nanti gue ajarin, tapi traktir es teh.\nArif: Sip, deal. Sekalian belajar bareng di perpustakaan.", "tone": "santai", "setting": "Kantin SMA Negeri 1 Jakarta"} {"id": 43, "scenario": "di sekolah", "participants": "Joko dan Budi", "dialogue": "Joko: Eh Bud, lu udah ngumpulin tugas matematika belom?\nBudi: Belom lah, tadi malem gue ngerjain sampe jam sebelas, susah banget nomor tiga.\nJoko: Haha sama, untung tadi pagi gue minjem catatan si Rina.\nBudi: Beruntungnya lu. Gue sih pasrah, semoga Pak Dedi ngasih nilai bonus buat yang ngerjain.\nJoko: Hahaha iya doain aja. Eh, abis ini jadi nonton pertandingan basket gak?\nBudi: Jadi lah, tungguin gue bentar, mau beli bakso dulu.\nJoko: Gaslah, santai aja, masih ada sejam lagi.", "tone": "santai", "setting": "Kantin Sekolah"} {"id": 147, "scenario": "di restoran", "participants": "Joko dan Dewi", "dialogue": "Joko: Dew, laper banget nih. Pesen nasi goreng sapi ya, lo mau apa?\nDewi: Aku soto ayam aja deh. Eh, es tehnya pesen dua ya, dipanasin gini enaknya minum yang dingin.\nJoko: Sip. Pakde, nasi goreng sapi satu, soto ayam satu, es teh dua!\nDewi: Jangan lupa minta sambalnya terpisah, biar bisa ngatur level pedesnya.\nJoko: Iya, nanti diketok sendiri... Eh Pakde, sambalnya pisah ya, Pak!\nDewi: Haha begitu deh. Ntar aku bayar dari sini aja, biar lebih cepet.\nJoko: Udah, gue aja kali. Lo traktir nanti kalo gajian.\nDewi: Ya udah, terserah. Tapi jangan lupa ditraktir pas gajian ya?", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 138, "scenario": "di pasar", "participants": "Intan dan Rizky dan Rina", "dialogue": "Intan: Eh Riz, cabenya yang ijo itu berapa sekilo?\nRizky: Dua puluh lima, Mbak. Tapi kalau ngambil dua, dua puluh aja.\nRina: Jangan lupa bawang merahnya, sekalian beli di sini aja sekalian.\nIntan: Boleh deh. Riz, sekalian bawang merahnya setengah kilo.\nRizky: Siap. Cabai satu, bawang setengah... totalnya lima belas ribu aja.\nRina: Eh udah siang, nanti keburu macet. Ayo bayar terus pulang.\nIntan: Iya deh, thanks ya Riz!", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama"} {"id": 111, "scenario": "di bengkel", "participants": "Putri dan Rizky dan Lina", "dialogue": "Putri: Mas Rizky, kira-kira ban bocor ini bisa ditambal enggak?\nRizky: Harusnya bisa, tapi kayaknya velgnya juga peyang. Tanya Mbak Lina aja yang ngurus.\nLina: Bannya bisa ditambal, mbak. Tapi velg bengkok, harus diketuk dulu. Totalnya paling tiga puluh menit.\nRizky: Oke deh. Tapi jangan lupa diisi nitrogen ya, Mbak.\nLina: Siap, Pak. Antre dua motor dulu ya, habis itu langsung dikerjakan.\nPutri: Kalau gitu kami numpang leyeh-leyeh di ruang tunggu dulu ya, Mbak.\nLina: Silakan. Nanti saya panggil kalau sudah kelar.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Pak Joko, Jl. Melati"} {"id": 119, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Joko dan Dewi dan Sinta", "dialogue": "Joko: Eh Dew, lu udah pesen belum? Kopi susunya enak banget di sini.\nDewi: Udah dong, tadi pesen es kopi susu. Sinta, kamu mau pesen apa? Aku traktir ah.\nSinta: Serius? Ya udah aku pesen teh tarik aja. Eh tapi Joko, lo kelihatan capek banget, abis lembur?\nJoko: Haha iya, dikejar deadline dari bos. Nggak kerasa sampe jam 3 subuh. Makanya ngajak kalian biar ngilangin penat.\nDewi: Sabar ya, Jo. Nanti kan weekend, bisa healing.\nSinta: Idih udah kayak anak muda healing terus. Nikmatin kopinya dulu lah.\nJoko: Haha iya nih. Eh, kalian mau nambah gorengan nggak? Aku pesenin.\nDewi: Boleh tuh. Biar makin asik ngobrolnya.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 87, "scenario": "di stasiun", "participants": "Fitri dan Fajar dan Vina", "dialogue": "Fitri: Eh, kereta yang ke Bekasi udah masuk belum sih?\nFajar: Belum, tadi di papan info masih nunggu 10 menit. Lo udah beli tiket?\nVina: Udah dong, tadi via KRL Access. Eh Fajar, lo kartunya masih ada kan? Jangan kayak minggu lalu ketinggalan di minimarket.\nFajar: Ya ampun, jangan diungkit dulu dong. Udah aman, ada di dompet.\nFitri: Haha, oke deh. Eh itu keretanya kayaknya masuk dari arah utara.\nVina: Bener tuh, udah kelihatan lampunya. Yok siap-siap, kita naik di gerbong tengah ya biar deket pintu keluar.\nFajar: Siap, gas! Jangan sampe kegencet pintu kayak tante-tante itu.", "tone": "santai", "setting": "Peron 3, Stasiun Pasar Senen"} {"id": 117, "scenario": "di salon", "participants": "Putri dan Rudi", "dialogue": "Putri: Rud, lo potong rambutnya tipis-tipis aja ya, jangan pendek-pendek. Panas banget hari ini.\nRudi: Siap, Mbak. Ini mau dibentuk layer kayak kemarin atau dibiarkan aja?\nPutri: Layer dikit aja lah, biar nggak terlalu tipis. Eh, abis ini bisa langsung creambath nggak?\nRudi: Bisa, Mbak. Satu set creambath-nya 30 menit. Sambil nunggu, mau minum es teh dulu?\nPutri: Boleh deh, sekalian. Nanti catoknya jangan terlalu panas ya, takut rusak.\nRudi: Santai, Mbak. Nanti saya atur suhunya paling hangat. Beres creambath baru dicatok halus.\nPutri: Oke, makasih ya Rud. Enak emang ke sini, nggak perlu nunggu lama.\nRudi: Iya dong, Mbak. Yang penting rambutnya sehat, di sini nyaman aja duduknya. Nanti saya panggil kalau udah beres.", "tone": "santai", "setting": "Salon Rapi Sejahtera Cabang Melawai"} {"id": 67, "scenario": "di salon", "participants": "Rudi dan Rizky", "dialogue": "Rudi: Eh, lo liat rambut gue nggak? Baru aja di-catok, rapi nggak?\nRizky: Wah, glow up juga lu! Tapi sisi kiri agak miring tuh, kayak nggak rata.\nRudi: Hah serius? Tadi katanya udah rapi, jangan-jangan pas potongnya gerak-gerak.\nRizky: Tenang, minta fix aja ke mbaknya. Nggak usah malu, emang belum selesai kali.\nRudi: Iya sih, tapi udah antre lama banget, males balik. Sekalian cuci muka deh, sekalian dipijit dikit.\nRizky: Nah itu enak, sekalian nyuruh mbaknya tambahin pijat kepala, biar nggak sayang biaya.\nRudi: Ahok, gue iya-in. Eh, pulang nanti ngopi dulu yuk?\nRizky: Gaslah, gue tungguin di luar sambil nge-game.", "tone": "santai", "setting": "Salon Dwi Indah Raya, di pinggir jalan utama dekat pasar."} {"id": 82, "scenario": "di bengkel", "participants": "Agus dan Bambang dan Putri", "dialogue": "Bambang: Bu, motornya kenapa emang?\nPutri: Mesinnya bunyi nggak enak, Pak. Kayak ada yang ngikil gitu.\nAgus: Itu tadi sempet aku cek, kemungkinan rantainya kendor, Bu.\nBambang: Iya, bener. Rantai emang agak longgar. Sekalian ganti oli nggak? Kayaknya udah 3.000 km lebih.\nPutri: Wah iya sekalian aja deh, Pak. Kira-kira lama nggak?\nBambang: Paling 30 menit, Bu. Sambil nunggu, ada kopi di ruang tunggu.\nPutri: Sip, aku tunggu di sana ya, Pak.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Jaya Motor"} {"id": 102, "scenario": "di bank", "participants": "Vina dan Intan dan Lina", "dialogue": "Vina: Eh, Intan, kamu ngantre buat apa? Ambil antrean dulu yuk, rame banget hari ini.\nIntan: Iya nih, mau setor tunai buat tabungan. Eh Vina, Lina mana? Katanya mau nemenin aku.\nLina: Sori telat! Tadi parkirnya susah banget. Eh, udah dapet nomor antrean belum? Aku bawa bolpoin sama formulir, siapa tau perlu.\nVina: Udah, nomor C12. Lumayan, paling nunggu lima orang lagi. Lina, kamu kan kerja di sini, tahu dong teller mana yang cepet?\nLina: Haha, rahasia dong! Tapi saran sih pakai mesin setor tunai aja, biar nggak antre lama. Kecuali kamu perlu buku tabungan di-stempel.\nIntan: Lah, aku ketinggalan buku tabungan di rumah. Ya udah, terpaksa antre. Eh, giliran C10 udah, bentar lagi lah.\nVina: Sip. Nanti abis ini kita ngopi dulu yuk, sekalian nunggu Lina pulang kantor.\nLina: Setuju! Nanti aku kabari kalau udah kelar. Yang sabar ya, Intan.", "tone": "santai", "setting": "Bank Rakyat Indonesia cabang Sudirman, Jakarta"} {"id": 92, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Dedi dan Andi dan Hendra", "dialogue": "Dedi: Eh, lo dirawat di sini? Kirain cuma luka lecet doang, nggak sampe opname.\nHendra: Lah, ternyata tulang rusukku retak, bro. Tadinya sih cuma lecet, tapi makin lama makin sakit.\nAndi: Hah, retak? Terus lo bisa ngobrol santai gitu? Kayak nggak kenapa-napa.\nHendra: Ya namanya juga cowok, Bro. Nggak mungkin kan gue nangis-nangis di sini haha.\nDedi: Duh, tadi buru-buru ke sini, nggak sempat beli buah. Nanti sore gue balik lagi, sekalian bawain jeruk.\nAndi: Iya, sekalian kita traktir bakso deh, biar cepet sembuh.\nHendra: Amin! Tapi jangan pake sambel, ya, mulut lagi perih.\nDedi: Siap. Lo istirahat dulu, kita balik. Nanti sore dateng lagi.", "tone": "santai", "setting": "Ruang rawat inap RSUD Dr. Soetomo"} {"id": 17, "scenario": "di bank", "participants": "Bayu dan Lina", "dialogue": "Lina: Bay, antrian panjang banget hari ini, ya. Luasaan aja kayaknya.\nBayu: Iya, apalagi ini hari Senin. Biasanya rame gini. Lu mau ngapain? Ambil uang?\nLina: Enggak, mau ganti buku tabungan yang udah penuh. Terus sekalian bikin ATM yang baru soalnya yang lama ilang.\nBayu: Wah, mending langsung ke teller aja buat lapor kehilangan, biar aman. Nanti diproses juga.\nLina: Iya sih, tapi takut kelamaan. Lu sendiri ngapain, Bay?\nBayu: Aku cuma mau setor tunai doang, buat bayar kuliah adek. Ah, giliran udah hampir sampe. Semoga cepet.\nLina: Alhamdulillah, semoga diawali sama yang cepet. Aku nyusul sambil ngurus duplikat ATM ya. Thanks ya!\nBayu: Sama-sama, Lin. Good luck, semoga dilayani ga nyampe satu jam!", "tone": "santai", "setting": "Bank Rakyat Indonesia cabang Sudirman, ruang tunggu area customer service"} {"id": 105, "scenario": "di pasar", "participants": "Dodi dan Tika dan Rizky", "dialogue": "Dodi: Tik, cabenya bagus nih, masih seger. Mau beli berapa?\nTika: Yang ijo aja dua ons, Dodi. Eh, Rizky, lo nggak beli apa-apa?\nRizky: Nggak, tadi udah sarapan di warung soto. Paling ikut nemenin doang.\nDodi: Ya udah, sekalian bantu bawain belanjaan, jangan cuma ngeliatin.\nTika: Iya, Riz. Nanti gue traktir es kelapa muda deh.\nRizky: Oke deh, itu mah mau. Eh, itu tomatnya murah, ambilin dong, buat masak siang.\nDodi: Sip, udah cukup. Yaudah bayar ke ibu-ibu nya, terus pulang.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama, dekat lapak sayur bu Siti"} {"id": 89, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Vina dan Rudi", "dialogue": "Vina: Rudi, lu udah pesen?\nRudi: Belum, tadi antriannya panjang banget. Lu mau nitip?\nVina: Iya dong, kebiasaan deh. Kopi hitam satu, gula dikit.\nRudi: Siap. Eh, tadi lu lihat WA belum? Bos ngumumin lembur minggu ini.\nVina: Hah, serius? Padahal Jumat mau pulang kampung.\nRudi: Ya gitu lah, nasib anak kantoran. Kopinya dateng, gua bayarin dulu ya.\nVina: Makasih, ntar gua transfer. Gila sih, lembur mulu.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 50, "scenario": "di sekolah", "participants": "Andi dan Nina", "dialogue": "Andi: Eh, lo udah ngumpulin tugas matematika belum?\nNina: Belum, masih setengah-setengah. Lo udah?\nAndi: Udah, tapi kayaknya ancur deh. Tadi malem ngerjainnya buru-buru.\nNina: Haha, tenang aja. Paling nanti dimarahin Pak Budi dikit.\nAndi: Iya sih. Enaknya lo, emang udah jago matematika.\nNina: Ah, jangan lebay. Nggak sempat belajar juga soalnya.\nAndi: Haha, oke deh. Makan yuk? Laper.", "tone": "santai", "setting": "Kantin Sekolah"} {"id": 146, "scenario": "di salon", "participants": "Ratna dan Rina", "dialogue": "Ratna: Rin, kamu kok berani banget potong pendek gitu? Takut nggak?\nRina: Awalnya deg-degan sih, tapi katanya lagi tren bob kayak gini. Eh, menurut kamu gimana?\nRatna: Jujur? Cocok banget, mbak! Muka kamu jadi lebih fresh. Sekalian rebutan sama Ratna yang di FYP itu deh.\nRina: Haha becanda ya kamu. Eh, tapi tadi pas dicuci sama mbaknya pijitannya enak banget, aku sampe ngantuk.\nRatna: Iya, di sini emang juara pijitnya. Aku aja rutin tiap dua minggu ke sini, nggak pernah kapok.\nRina: Berarti langganan dong. Tar aku ikut kamu aja kalau mau creambath lagi.\nRatna: Sip deh, minggu depan aku booking dua ya. Yang penting kamu jangan ganti model dulu, biar aku bisa liat updatannya.\nRina: Siap, bos! Haha.", "tone": "santai", "setting": "Salon Mawar, lantai dua Ruko Pasar Baru"} {"id": 99, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Intan dan Maya", "dialogue": "Intan: Maya, es kopi susu-nya enak banget di sini, ya. Lo pesen apa?\nMaya: Aku cuma es teh manis, soalnya tadi udah minum kopi dua gelas. Nanti kebanyakan kafein, jantungku dag-dig-dug.\nIntan: Hahaha iya sih, apalagi kopi sachet Pakde ini tuh kuat banget. Kayaknya dia nggak nawarin gula, langsung aja.\nMaya: Nah, itu dia. Eh, lo udah bayar belum? Nanti kita patungan aja.\nIntan: Udah, tadi sekalian sama orderan. Nggak usah repot, sekali-kali aku traktir.\nMaya: Yaelah, makasih ya, Tan. Nanti giliran aku pas kita ke soto langganan, ya.\nIntan: Sip, deal. Yuk buruan diminum, nanti kesorean.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 65, "scenario": "di salon", "participants": "Nina dan Sari", "dialogue": "Nina: Eh Sari, rambut lo mau diapain? Dipotong apa langsung smoothing?\nSari: Rencananya sih mau dipotong tipis-tipis aja, udah lama gak potong rampung.\nNina: Iya sih, btw tadi liat di Instagram, model hair-nya bagus-bagus. Lo cocok yang layer gitu, kali.\nSari: Hmm iya? Takutnya nanti susah ngaturnya, males ah ribet.\nNina: Ah paling sama styling-nya aja, kan bisa diminta ke kak Indah biar gampang dirawat.\nSari: Bener juga. Eh udah giliran aku, doain enggak gagal ya!\nNina: Haha insyaallah jadi, abis itu langsung foto-foto, ya!", "tone": "santai", "setting": "Salon Kak Indah"} {"id": 123, "scenario": "di restoran", "participants": "Ratna dan Arif dan Fajar", "dialogue": "Ratna: Aku laper banget, pesen dulu ya.\nArif: Iyaa, aku mau bakso urat plus es teh manis. Kalian?\nFajar: Gue same, tapi es tehnya jangan pakai gula, ya. Kata orang minum manis bikin cepat tua.\nRatna: Halah, sekali-kali gapapa lah. Aku mau nasi goreng pakde, porsi besar.\nArif: Sip. Pakde, pesennya tiga bakso, dua es teh manis, satu es teh tawar, sama nasi gorengnya satu!\nFajar: Eh, gue tambah pangsit goreng dong.\nRatna: Oke jadi tambah pangsit goreng satu. Makasih, Pakde!", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 97, "scenario": "di stasiun", "participants": "Bayu dan Sinta dan Wulan", "dialogue": "Bayu: Eh, kereta kita jam berapa? Sinta: Masih jam sepuluh, santai.\nWulan: Tapi udah jam 9.45, Bur.\nBayu: Iya sih, nggak macet, tinggal nunggu pengumuman doang.\nSinta: Bener, sekalian beli kopi dulu yuk.\nWulan: Boleh, elu aja yang jagain troli.\nBayu: Ya udah, cepet. Jangan jauh-jauh nanti ketinggalan.", "tone": "santai", "setting": "Peron 3 Stasiun Gambir"} {"id": 77, "scenario": "di bengkel", "participants": "Sari dan Vina dan Bambang", "dialogue": "Sari: Mas Bambang, mobil saya kok bunyi ngik-ngik gitu kalau belok?\nVina: Iya nih, tadi aku juga denger pas boncengan. Jangan-jangan gardan?\nBambang: Bukan, Bu. Itu kaki-kaki. Bush kit-nya udah aus.\nSari: Waduh, mahal nggak, Mas?\nBambang: Kalau cuma ganti bush kit, nggak sampe sejuta. Sekalian ganti oli juga?\nVina: Yuk sekalian, sekalian dicek remnya ya, Mas.\nBambang: Siap, nanti saya kerjakan. Satu jam jadi, Bu.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Jaya Motor"} {"id": 37, "scenario": "di restoran", "participants": "Budi dan Bambang", "dialogue": "Budi: \"Bang, menunya mana? Aku laper banget nih.\"\nBambang: \"Iya, tadi udah dipesen sekalian. Iced tea-nya jangan lupa.\"\nBudi: \"Hah? Lo pesen iced tea doang? Nggak pesen mie ayam?\"\nBambang: \"Tenang, udah sekalian dua porsi. Nah, itu dateng... awas jangan dicomot dulu.\"\nBudi: \"Ya ampun, baru dateng aja udah mau dilahap. Pelan-pelan dong.\"\nBambang: \"Haha iya, makanya nikmatin. Enak banget kan? Langganan tuh.\"", "tone": "santai", "setting": "Warung Makan Sederhana"} {"id": 116, "scenario": "di restoran", "participants": "Andi dan Joko", "dialogue": "Andi: Bang, pesen dua nasi padang, rendang satu, ayam pop satu.\nJoko: Es teh manis dua ya, Bang. Yang satu jangan terlalu manis.\nAndi: Kamu lagi kurangi gula? Kirain masih doyan manis.\nJoko: Iya, kata dokter sih dikurangin. Eh, lo barusan dari mana? Kok keliatan capek banget.\nAndi: Baru balik rapat dari client, macetnya gila sih. Untung lo ngajakin makan.\nJoko: Makanya, capek gitu jangan maksain. Sini makannya diladenin dulu.\nAndi: Iya deh. Oke, makasih ya udah traktir.\nJoko: Santai, gue lagi dapat rejeki.", "tone": "santai", "setting": "Restoran Padang Sederhana"} {"id": 5, "scenario": "di pasar", "participants": "Joko dan Dewi", "dialogue": "Joko: Dew, ini cabenya fresh nggak? Yang kemarin aku beli banyak yang keriput.\nDewi: Ah, Joko. Masa iya sih? Coba yang sini, baru bongkar tadi pagi. Ijo-ijo kriting, seger.\nJoko: Ya udah, 2 kilo deh. Sekalian tomatnya, yang padat ya, jangan yang lembek.\nDewi: Siap. Nih, 2 kilo cabe, 1 kilo tomat. Total lima puluh empat ribu. Bonus bawang daun dikit, ya.\nJoko: Wah, makasih Dew. Ntar kalo ada stok terong ungu, kabarin ya.\nDewi: Siap, pokoknya. Kemari lagi ya, Jok!", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama, lapak sayur Bu Dewi"} {"id": 18, "scenario": "di kantor", "participants": "Dodi dan Sinta", "dialogue": "Dodi: Sin, tadi meeting sama klien gimana? Kok muka kamu kusut gitu.\nSinta: Aduh, jangan ditanya deh. Eh, untung kamu nggak ikut, presentasiku agak kacau.\nDodi: Lah, tadi katanya udah siap banget slide-nya?\nSinta: Siap sih, tapi ternyata pak Dirut malah fokus nanya data yang nggak aku include. Ya udah, aku jelasin seadanya.\nDodi: Ah, gapapa. Eh, nanti siang makan bareng yuk, sekalian refresh.\nSinta: Boleh tuh. Di kantin Sari Rasa aja, keburu laper.\nDodi: Sip, jam satu ya. Sini ku traktir.\nSinta: Halah, dasar lagi dapet budget lebih ya. Oke deh, jam satu.", "tone": "santai", "setting": "Ruang kerja divisi, jam makan siang"} {"id": 26, "scenario": "di salon", "participants": "Bambang dan Intan dan Rudi", "dialogue": "Intan: Bang, rambutku dipotong tipis-tipis aja. Jangan sampe pendek, males ngatur.\nRudi: Oke mbak, dikit aja ya. Kamu biasanya belah tengah nggak?\nIntan: Iya tengah, tapi biarin aja jatoh sendiri, nggak usah disetel.\nBambang: Eh, kamu lama nggak sih? Aku laper nih.\nIntan: Dikit lagi, Bang. Abis ini kita makan soto deket sini yuk.\nRudi: Udah mbak, tinggal dicuci. Mau dikeringin pake hair dryer atau dibiarin?\nIntan: Dikeringin aja, biar cepet. Makasih ya, Bang.\nBambang: Yuk, selesai kan? Aku udah pesenin soto dua.", "tone": "santai", "setting": "Salon Mawar Indah"} {"id": 70, "scenario": "di pasar", "participants": "Putri dan Tika dan Arif", "dialogue": "Putri: Eh, tomatnya abis di kios sini. Ke sebelah yuk?\nTika: Bentaran, aku bayar dulu jamur ini. Eh Arif, kamu udah dapet cabe?\nArif: Belum, harganya mahal. Dua puluh ribu sekilo!\nPutri: Lho, kemarin gua beli lima belas ribu.\nArif: Nah itu, makanya tawar. Ayo bantuin!\nTika: Udah ah, gue mah ngikut kalian aja. Yang penting jadi.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kramat Jati"} {"id": 52, "scenario": "di bank", "participants": "Dewi dan Rudi dan Agus", "dialogue": "Dewi: Eh, Rudi, Agus! Kalian ngantri juga, ya?\nRudi: Iya nih, mau setor tunai buat bayar kontrakan. Lama banget sih antreannya.\nAgus: Untung aku cuma mau ambil saldo, lewat ATM aja sekalian. Tapi ATM-nya error tadi, jadinya ke sini deh.\nDewi: Hah, ATM error? Makanya tadi aku lihat banyak yang ngantri. Aku mau ganti buku tabungan, tapi CS-nya lagi istirahat.\nRudi: Ah, gitu. Untung aku bawa uang cash, nggak perlu ambil dari ATM.\nAgus: Ya udah, kalian lanjut ngantri aja. Aku duluan, mau ketemu teman di kafe sebelah.\nDewi: Oke, hati-hati! Nanti kabarin kalau udah beres.\nRudi: Sip, sampai nanti!", "tone": "santai", "setting": "Bank BCA Cabang Sudirman"} {"id": 3, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Intan dan Rudi", "dialogue": "Intan: Rud, nanti malem jadi nonton konser nggak? Aku udah beli tiket dua.\nRudi: Lho, katanya tiketnya udah sold out? Kamu belinya darimana?\nIntan: Temenku jualan tiket, kebagian slot terakhir. Jadi gimana, jadi atau nggak?\nRudi: Jadi dong, sekalian nanti kita ngopi dulu di sini sampe magrib, langsung gas ke lokasi.\nIntan: Oke sip! Nanti aku jemput di kos jam tujuh ya, jangan telat lagi kayak kemarin.\nRudi: Santai, kali ini aku on time. Eh, tapi nanti pulangnya siapa yang nyetir? Gak mau kena razia.\nIntan: Ya elah, kan kita naik ojol. Piknik dulu ah, kopinya udah dingin nih.\nRudi: Iya, buruan diminum, entar tambah pahit. Bayar dulu, yuk!", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 53, "scenario": "di pasar", "participants": "Joko dan Dedi dan Arif", "dialogue": "Joko: Dedi, lo udah keliling belom? Banyak banget yang jual jeruk nipis murah.\nDedi: Udah tadi. Eh, Arif, cabai rawit yang iki gimana? Temen gue bilang di sini lebih murah.\nArif: Beneran murah, tapi aku liat banyak yang udah layu. Jangan beli yang situ, yuk ke pojok sana.\nDedi: Ah elu jualan ya? Hahaha. Yaudah, yang penting dapet sayur buat besok.\nJoko: Aku sih udah dapet semua. Kalian masih lama? Gua nunggu di pintu masuk aja.\nArif: Kelar deh, tinggal bayar ini. Lo tungguin bentar, terus kita makan bakso.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama"} {"id": 15, "scenario": "di stasiun", "participants": "Dedi dan Sari", "dialogue": "Dedi: Eh Sar, tiket lo udah pegang? Jangan sampe ketinggalan kayak kemarin.\nSari: Udah dong, udah di dompet. Ini kan kereta jam setengah empat, santai aja.\nDedi: Iya sih, tapi takutnya macet di perjalanan ke sini tadi. Untung masih sempet.\nSari: Nah itu, kan rame banget hari ini. Eh, lo udah isi saldo buat nanti di Malang?\nDedi: Udah lah, masa iya kebabian. Paling nanti tinggal naik angkot.\nSari: Oke deh. Itu keretanya udah masuk, yuk cepetan.\nDedi: Sip, gas. Jangan lupa cek barang bawaan, jangan ada yang ketinggalan.\nSari: Aman, udah aku cek. Ayo!", "tone": "santai", "setting": "Stasiun Gambir, Jakarta"} {"id": 139, "scenario": "di kantor", "participants": "Dewi dan Dedi dan Putri", "dialogue": "Dewi: Eh, Dedi, laporan mingguan kamu udah masuk belom? Katanya tadi mau dikumpulin jam tiga.\nDedi: Udah sih, tinggal nunggu ACC dari Pak Budi. Eh, Putri, kamu tadi lihat email dari client gak? Kayaknya ada revisi lagi.\nPutri: Iya, barusan aku baca. Revisinya cuma dikit kok, cuma bagian tabel sama format font.\nDedi: Ah syukur, kirain banyak. Oke nanti aku handle, terus kabari kamu.\nPutri: Sip, makasih. Kalau butuh bantuan, bilang aja.\nDewi: Oke, kalian lanjutin dulu ya. Aku ke ruangan meeting dulu, nanti jam empat kita rapat singkat buat sync.\nDedi: Siap. Selamat meeting, Dewi.", "tone": "santai", "setting": "Pantry Lantai 3"} {"id": 42, "scenario": "di pasar", "participants": "Vina dan Wulan dan Putri", "dialogue": "Vina: Eh Wul, tomat di sini berapa sekilo?\nWulan: Tadi aku tanya yang sana lima belas ribu, mending ke ujung sana aja.\nPutri: Ih, kemarin aku beli dua belas ribu, sih. Kamu ke mana aja?\nWulan: Waah, belum rezeki kali, ya. Sekalian cabai rawit, deh.\nPutri: Hati-hati, cabai rawit lagi naik. Bisa dua puluh ribu.\nVina: Ya udah, aku belanja tomat sama bawang doang. Duit pas buat ongkos.\nPutri: Oke, habis ini mampir ke warung bakso, yuk?\nVina: Boleh tuh!", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kramat Jati"} {"id": 150, "scenario": "di bank", "participants": "Rina dan Bambang", "dialogue": "Rina: Loh, Bambang? Kebetulan banget ketemu di sini. Ngantre juga ya?\nBambang: Heh, iya nih. Mau setor tunai buat bayar sekolah anak. Lu ngapain?\nRina: Aku mau ambil buku tabungan, udah dua minggu katanya udah jadi. Eh, nomor antrean lu berapa? Aku 87.\nBambang: Aku 89. Berarti masih lama, enak ngobrol dulu lah. Eh, tadi lu ambil tiket lewat mesin apa langsung ke teller?\nRina: Tadi kupencet ambil tiket, terus ditunjukin ke customer service. Eh, udah dipanggil kayaknya nomor 87. Aku masuk dulu ya.\nBambang: Sip, mumpung aku juga masih nunggu. Nanti kabar-kabar.", "tone": "santai", "setting": "Bank Mandiri Cabang Sudirman, area antrean"} {"id": 75, "scenario": "di bengkel", "participants": "Rizky dan Ratna", "dialogue": "Rizky: Eh Ra, motormu aneh. Tarik gas kayak tersendat-sendat.\nRatna: Iya nih, dari kemarin. Aku takut macet di jalan.\nRizky: Coba bentar tak cek businya. ... Nih, businya udah item gosong.\nRatna: Wah, berarti harus ganti baru dong?\nRizky: Iya, ganti aja. Sekalian tak servis ringan, biar tenang.\nRatna: Oke, kira-kira lama nggak? Aku ada janji siang.\nRizky: Setengah jam cukup. Santai aja, sini ngopi dulu.\nRatna: Sip, makasih Ri. Aku tunggu di ruang tunggu ya.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Sinar Motor"} {"id": 83, "scenario": "di pasar", "participants": "Fajar dan Rina dan Sari", "dialogue": "Fajar: Rin, Sar, mampir sini dulu, tomatnya baru turun, fresh.\nRina: Aduh, lagi mepet nih. Dua kilo berapa, Fa?\nFajar: Buat kalian khusus dua puluh dua ribu aja, lah.\nSari: Oke sip. Nanti aku takar sendiri, jangan yang lembek-lembek ya.\nFajar: Siap, bonus cabe rawit seikhlasnya dah.\nRina: Makasih, Fa! Sari, sekalian ke penjual ikan yuk, biar cepat.\nSari: Iya, abis ini ke sana. Tapi jangan lupa bawangnya dibeli ya!", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kembang, Yogyakarta"} {"id": 136, "scenario": "di restoran", "participants": "Bambang dan Agus dan Ratna", "dialogue": "Bambang: Eh, masuk sini aja yuk, rame-rame tapi masaknya cepet.\nAgus: Iya, tadi di depan udah antre panjang, mending di sini. Ratna, mau pesen apa?\nRatna: Aku sih pengen yang pedes-pedes, es teh manis juga deh.\nBambang: Oke, gue pesen nasi goreng biasa, Agus?\nAgus: Rawon aja, biar beda. Eh, jangan lupa minta sambalnya pisah, ya.\nRatna: Siap. Nanti gue yang pesan sekalian, kebagian biaya patungan aja ya.\nBambang: Sip, abis makan kita langsung bayar bareng biar gak ribet.\nAgus: Oke, deal. Pokoknya jangan lupa es tehnya, panas-panas gini.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 79, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Wulan dan Hendra dan Maya", "dialogue": "Wulan: Mbak, aku kopi hitam satu, gula dikit aja ya.\nHendra: Aku es teh manis, tehnya jangan lupa pake es batu banyak.\nMaya: Kalian nggak takut kenyang? Aku cuma pisang goreng, kebagian buat nemenin ngobrol.\nHendra: Ah, ngopi sama ngobrol mah nggak bikin kenyang, Mbak Maya. Eh, tadi lo lewat jalur mana? Macet parah nggak?\nWulan: Macetnya nggak ketulungan. Dari kantor aja aku tempuh sejam setengah.\nMaya: Gila sih. Untung tadi aku naik motor, jalur tikus. Oke, segitu dulu ya, aku masih ada rapat jam dua.\nHendra: Iya, udah dulu. Mbak, hitung totalnya!", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 32, "scenario": "di bengkel", "participants": "Wulan dan Fitri dan Agus", "dialogue": "Wulan: Mas Agus, mobil saya tuh bunyi gluduk-gluduk kalau lewat polisi tidur. Kira-kira rusak apa ya?\nAgus: Hmm, bisa jadi kaki-kaki mbak. Udah pernah cek shockbreaker?\nFitri: Wah, kayaknya gue juga dulu gitu, ternyata ada bushing yang jebol.\nAgus: Nah, bisa jadi. Sebab nanti saya angkat dulu biar keliatan jelas.\nWulan: Oke deh, kira-kira berapa lama Mas? Saya nunggu di sini aja.\nAgus: Paling setengah jam lah, mbak. Santai dulu.\nFitri: Sambil nunggu, aku beliin kopi dulu ya, Wul!", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Jaya Motor, Jalan Raya Bekasi"} {"id": 103, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Lia dan Rudi", "dialogue": "Rudi: Duluan, lu pesen apa?\nLia: Kopi susu, es. Lu?\nRudi: Sama, tapi gulanya dikit. Eh, lu beneran mau pindah kerja?\nLia: Niat sih, tapi takut salah pilih. Lu gimana, berani?\nRudi: Berani kagak takut, asal riset dulu. Yang penting jangan buru-buru.\nLia: Iya sih. Eh, udah sore, gue balik dulu ya. Bayarin dulu?\nRudi: Santai, gue traktir. Sana buruan, nanti macet.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 22, "scenario": "di sekolah", "participants": "Ratna dan Andi", "dialogue": "Ratna: Eh Andi, tadi lo liat nggak Pak Budi marah-marah di kelas?\nAndi: Liat banget, wkwk. Katanya sih gara-gara PR matematika banyak yang nyontek.\nRatna: Lah, lo sendiri gimana? PR lo jadi nggak?\nAndi: Alhamdulillah jadi sih, tapi aku nggak ngerti nomer lima. Lo udah?\nRatna: Udah, tapi jawabanku diragukan. Ntar aku fotoin buat lo cek.\nAndi: Sip, makasih ya. Sekalian ntar aku traktir es teh.\nRatna: Oke deal! Eh udah bel, masuk yuk.\nAndi: Iya, kabur dulu sebelum Pak Budi nyariin.", "tone": "santai", "setting": "Kantin SMA Negeri 1"} {"id": 10, "scenario": "di bank", "participants": "Dedi dan Bayu dan Dodi", "dialogue": "Dedi: Bay, kok antreannya rame banget sih hari ini? gila.\nBayu: Iya, kan tanggal tua. Kalian ngapain ke sini?\nDodi: Gue ambil rekening koran buat ngurang KTP.\nDedi: Aku transfer bayar kos, sekalian tarik tunai.\nBayu: Eh giliran Dodi tuh, masuk dulu sana.\nDodi: Oke, gue masuk dulu. Cepet amat yang di teller 3.\nBayu: Nah udah kelar, ayo pulang keburu maghrib.", "tone": "santai", "setting": "Bank Mandiri Cabang Sudirman"} {"id": 35, "scenario": "di sekolah", "participants": "Sari dan Arif", "dialogue": "Sari: Arif, udah ngerjain tugas matematika belum? Besok dikumpulin lho.\nArif: Ih iya, lupa banget. Tadi cuma sempat baca soalnya, langsung mumet.\nSari: Hahaha, sama. Tapi tadi pas jam kosong aku sempat nanya Bu Rina, terus dikasih bocoran kalau soal nomer lima mirip contoh di halaman 10.\nArif: Serius? Makasih ya, nanti malam aku kerjain deh. Kamu di perpus tadi?\nSari: Iya, sekalian ngerjain yang lain. Nanti kalau ada yang susah, aku tanya kamu ya.\nArif: Siap, tapi jangan nanya yang gampang ya. Nanti aku jadi keliatan pintar.\nSari: Ah, kebangetan. Udah ah, aku mau balik ke kelas. Sampai ketemu nanti!", "tone": "santai", "setting": "Kantin SMA Negeri 1"} {"id": 144, "scenario": "di pasar", "participants": "Bayu dan Joko", "dialogue": "Bayu: Jo, mangga ini jatoh berapa? Kok kayaknya mahal amat.\nJoko: Lah, lo liat yang mana? Yang gedhe ini ya? Itu lima belas ribu.\nBayu: Lima belas? Kemarin aku beli di pasar Senen dua belas udah bisa dapet yang bagus.\nJoko: Ya iya lahh, pasar Senen kan kulakan. Sini sini, buat lo sepuluh aja, sekalian nitip salam buat Mbak Dewi.\nBayu: Hahaha, dasar lo. Oke deh, ambil dua kilo.\nJoko: Sip, nanti gue bawain ke parkiran. Jangan lupa mampir ke warungnya Bu RT, katanya ada pepes ikan baru.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama, lapak buah-buahan"} {"id": 112, "scenario": "di kantor", "participants": "Yoga dan Vina dan Bambang", "dialogue": "Yoga: Vin, presentasi buat client besok udah beres belom?\nVina: Alhamdulillah baru kelar tadi siang. Tinggal revisi kecil dari Bambang sih.\nBambang: Udah aku cek, bagian grafiknya diganti dikit. Entar jam 3 aku update, oke?\nVina: Oke, jangan lupa ya. Aku mau lanjut nyiapin printout.\nYoga: Nah gitu dong, biar besok nggak panik. Eh, sekalian nanti lunch bareng nggak?\nBambang: Boleh. Nggak nanggung, gado-gado Bu Sari? Sekalian nyamperin client.", "tone": "santai", "setting": "Ruang Meeting Lantai 3"} {"id": 48, "scenario": "di stasiun", "participants": "Joko dan Yoga dan Hendra", "dialogue": "Joko: Eh, kereta yang jam setengah lima udah masuk belum?\nYoga: Katanya telat 10 menit, gan. Daripada bengong, mending ke minimarket tadi.\nHendra: Santai, masih lama. Eh, lo tiketnya udah dicetak belum?\nJoko: Udah, tadi pagi. Eh, tapi kok gerbong 3 ramai banget ya?\nYoga: Itu pasti rombongan ibu-ibu arisan, minggu lalu gue kena getahnya.\nHendra: Haha, untung kita gerbong 2. Dah, aku mau ke toilet dulu.\nJoko: Oke, kita tunggu di depan pintu masuk gerbong 2 ya.\nYoga: Sip.", "tone": "santai", "setting": "Peron 3 Stasiun Gambir"} {"id": 125, "scenario": "di bank", "participants": "Maya dan Fitri dan Joko", "dialogue": "Joko: Maya, ambilin nomor antrean dong, gue mau nanya bunga deposito.\nMaya: Siap. Eh, Fitri! Lu kerja di sini toh?\nFitri: Hahaha iya, baru pindah seminggu. Lagi mau urus apa nih?\nJoko: Gue mau nabung deposito, tapi bingung bunga yang mana paling gede.\nFitri: Tenang, gue bikinin simulasi dulu. KTP sama NPWP udah dibawa?\nJoko: Udah, udah, lengkap.\nFitri: Oke, gue proses dulu ya. Panggilan nama nanti di sistem, jangan ke mana-mana.\nMaya: Sip, makasih Fit! Nanti kalo jadi, kita ngopi dulu deh.", "tone": "santai", "setting": "Bank Sahabat Cabang Sudirman"} {"id": 95, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Rina dan Rizky", "dialogue": "Rina: Riz, kamu udah daftar belum? Antriannya panjang banget.\nRizky: Udah kok, tadi sekalian ambil nomor. Kamu kenapa? Sakit apa?\nRina: Masuk angin kali ya, pusing mual-mual dari tadi.\nRizky: Istirahat dulu gih, nanti dokter manggil. Eh, kamu bawa air minum nggak?\nRina: Nggak bawa, boro-boro. Tadi buru-buru dari kantor.\nRizky: Nih, aku punya aqua, minum dulu. Jangan lupa nanti jajan di kantin.\nRina: Makasih ya, Riz. Kamu nemenin aja udah bantu banget.\nRizky: Iya, santai. Demi teman, mau diapain lagi.", "tone": "santai", "setting": "Ruang tunggu IGD RSUD Saiful Anwar Malang"} {"id": 107, "scenario": "di bengkel", "participants": "Nina dan Lia dan Eko", "dialogue": "Nina: Eh Lia, mobil kamu kenapa? Kok dibawa ke bengkel?\nLia: Adiknya Eko, kayaknya sih cuma aki-nya soak. Tadi pagi udah mogok di depan minimarket, malu banget aku.\nEko: Iya, udah aku cek bentar tadi. Bukan cuma aki sih, ada kabel yang agak kendor juga. Untungnya masih untung, belum sampai tekor.\nNina: Alhamdulillah, mending ketahuan di sini daripada mogok di jalan tol.\nLia: Iya sih, makanya sekalian aku minta Eko cek rem sama oli juga. Sekalian aja, biar aman.\nNina: Bener, biar sekalian. Abis dari sini kita ngopi dulu, gimana? Aku yang traktir.\nLia: Lah, kok kamu yang traktir? Kan aku yang niatnya mau makasih Eko.\nEko: Duh, dua-duanya jangan ribut deh. Yang penting mobilnya kelar, baru deh traktir-traktiran.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Eko Motor, pinggir Jalan Raya Sawangan"} {"id": 121, "scenario": "di bengkel", "participants": "Dewi dan Yoga dan Putri", "dialogue": "Dewi: Yoga, motormu udah kelar belum? Tadi katanya cuma ganti busi.\nYoga: Udah sekarang mah, tapi aki-nya ternyata ikut soak. Jadi nunggu diisi sebentar.\nPutri: Yah, kalau gitu kita nggak jadi jalan sore ini dong?\nYoga: Tenang, paling sekitar setengah jam. Sambil nunggu, aku traktir es teh.\nDewi: Nah, gitu dong. Putri, kita ngopi dulu di seberang aja.\nPutri: Boleh! Tapi jangan lama-lama, nanti bengkelnya keburu tutup.\nYoga: Sip, abis minum langsung balik. Sabar dikit ya.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Motor Jaya Abadi"} {"id": 101, "scenario": "di pasar", "participants": "Rudi dan Dodi dan Wulan", "dialogue": "Rudi: Dodi, ini mangganya bagus-bagus, kenapa belum dilirik?\nDodi: Ah, aku mah lagi cari sayur, nih. Mumpung masih pagi, masih seger.\nWulan: Eh, tapi Dodi, mangga ini manis tahu. Tadi aku udah nyobain.\nDodi: Beneran? Ya udah, sekalian beli. Kamu mau beli apa, Wul?\nWulan: Aku mau beli tomat sama cabai buat masak. Sekalian nanti jemput Rizky di sekolah.\nRudi: Oke, aku bayar dulu ya. Nanti kabari kalau udah selesai.\nWulan: Sip, kebetulan aku juga udah selesai. Kita pulang bareng aja.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama"} {"id": 113, "scenario": "di salon", "participants": "Eko dan Wulan", "dialogue": "Eko: Wulan, lama amat, bro. Potong rambut doang kok bisa sejam.\nWulan: Sabar, Eko. Lagian antrian lagi rame. Ini udah terakhir, tinggal dirapiin.\nEko: Ya udah, yang penting jadinya jangan kayak habis digigit tikus.\nWulan: Hush, jangan ngeledek. Kamu mau potong model apa emangnya?\nEko: Yang kayak artis Korea itu, pendek samping, atasnya agak panjang.\nWulan: Oh, two block. Bisa. Tapi nanti kalau nggak cocok jangan salahin aku, ya.\nEko: Santai, aku percaya sama kamu. Yang penting pas buat kondangan minggu depan.\nWulan: Sip, beres. Cuci rambut dulu, baru potong. Lima belas menit lagi jadi.", "tone": "santai", "setting": "Salon Rapi, di dekat Pasar Senen"} {"id": 88, "scenario": "di kantor", "participants": "Arif dan Joko", "dialogue": "Arif: Jo, udah makan siang belum?\nJoko: Belum, tadi meeting molor terus. Lo?\nArif: Baru mau ke bawah. Laper banget, tadi cuma ngemil gorengan.\nJoko: Sana lah, sekalian beliin aku es teh satu. Nih duitnya.\nArif: Santai aja, traktir. Eh tapi lu mau indomie goreng nggak? Aku pesenin.\nJoko: Mau lah, biar sekalian. Makasih ya, ntar gue ganti.\nArif: Sip, tungguin di meja. Abis ini lanjut rapat jam dua.", "tone": "santai", "setting": "Kantin kantor lantai dasar"} {"id": 100, "scenario": "di sekolah", "participants": "Dodi dan Rudi", "dialogue": "Dodi: Eh, lu udah ngumpulin tugas matematika belom?\nRudi: Belom lah, tadi gue kira deadline-nya Jumat. Eh ternyata hari ini.\nDodi: Waduh, parah. Pak Guru tadi udah ingetin, katanya telat sepuluh menit langsung nol.\nRudi: Hadeh, gimana dong? Lu udah ngumpulin?\nDodi: Udah, tadi pagi. Lu masih sempet, tinggal dua puluh menit lagi bel.\nRudi: Wih oke deh, gue buruan sekalian fotokopi punya lu.\nDodi: Haha, jangan nyontek mulu. Tapi buruan lah, nanti ketauan.\nRudi: Iya iya, thanks bro! Sip.", "tone": "santai", "setting": "Kantin Sekolah"} {"id": 118, "scenario": "di restoran", "participants": "Lia dan Nina", "dialogue": "Lia: Nin, lu mau pesen apa? Gue laper banget.\nNina: Tadi liat menu, pengennya ayam geprek. Tapi males kalau pedesnya keterlaluan.\nLia: Hah, elu kan kuat pedes. Yang level 2 aja lah.\nNina: Ya udah, level 2 sekalian es teh manis. Lu pesen apa?\nLia: Gue sih nasi goreng spesial, ditambah telur ceplok.\nNina: Oke, gue panggil mbaknya ya. Mbak, pesen!\nLia: Sama, sambalnya dipisah aja, biar enggak bikin nangis.\nNina: Haha, siap. Eh, sekalian bayar pakai QR aja biar cepat.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 30, "scenario": "di restoran", "participants": "Nina dan Dodi", "dialogue": "Nina: Dod, lu mau pesen apa? Gue laper banget nih.\nDodi: Gue sih ayam geprek, minumnya es teh aja. Lu?\nNina: Sama deh. Tapi sambelnya yang level dua aja, yang tiga ntar nangis.\nDodi: Hahaha oke aman. Eh, lu udah pesen? Takutnya rame.\nNina: Belum, gue tungguin lu kan. Ntar sekalian biar kompak.\nDodi: Oke. Mas, pesen dua ayam geprek level dua, dua es teh!\nNina: Nah gitu dong. Ntar gue yang bayar ya, kebetulan gue bawa uang pas.\nDodi: Alah, ntar aja debatnya. Makan dulu, laper!", "tone": "santai", "setting": "Warung Ayam Geprek Bu Rini"} {"id": 85, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Bayu dan Vina dan Arif", "dialogue": "Bayu: Vina, kopinya udah dingin, pesen lagi?\nVina: Iya deh, sekalian gorengan dua. Eh Arif, tadi kamu bilang mau ngomongin apa?\nArif: Oh iya, soal patungan buat wifi di pos ronda. Kemarin Pak RT nanyain.\nBayu: Wifi? Baru bulan lalu ganti paketan, udah lemot lagi?\nArif: Bukan buat HP, buat kamera CCTV. Biar satu minggu sekali bisa mantau.\nVina: Ah kirain. Oke deh gue patungan, asal jangan ditilep sama yang jaga.\nArif: Tenang, nanti tiap bulan catatannya dipajang. Pakde, tambah kopi satu!", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 106, "scenario": "di stasiun", "participants": "Wulan dan Eko dan Rizky", "dialogue": "Wulan: Eh, Eko, kereta lo jam berapa?\nEko: Jam setengah delapan, Wul. Lu?\nWulan: Sama. Rizky belum dateng nih.\nRizky: Gila, macet parah tadi. Untung masih sempet.\nEko: Ya udah, kita masuk dulu yuk, nanti keburu ketinggalan.\nWulan: Iya, ayo.\nRizky: Sip, sekalian beli kopi dulu di kios sana.\nEko: Boleh tuh, sekalian anget-anget.", "tone": "santai", "setting": "Stasiun Gambir, dekat peron 3"} {"id": 143, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Ratna dan Budi dan Hendra", "dialogue": "Ratna: Eh, Budi, lo udah denger kabar si Rina? Katanya mau pindah ke Jakarta.\nBudi: Hah, serius? Kirain dia betah di sini. Emang alasannya apa?\nHendra: Katanya sih ngikutin suaminya yang dapet tawaran kerja di sana. Ya gitulah, demi masa depan.\nRatna: Tapi nanti siapa yang temenin kita ngopi subuh-subuh gini? Haha.\nHendra: Ya elah, lo kan masih punya kita. Paling nanti kita video call aja!\nBudi: Iya, jangan lupa kopi sachet-nya dibeliin dari Jakarta, biar rasanya beda.\nRatna: Haha, males ah. Yaudah deh, Pakde, tambah dua lagi! Nggak, bercanda, kita pulang dulu ya, mau siap-siap kerja.\nBudi: Sip, gua juga harus gerak. Daah.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 91, "scenario": "di pasar", "participants": "Agus dan Yoga dan Lia", "dialogue": "Agus: Ya ampun, Yoga, cabenya kamu pegang-pegang terus, nanti cabe orang jatuh, lho.\nYoga: Ah, santai, ini lagi milih yang kerasa. Kira-kira Lia mau bikin sambel?\nLia: Iya, rencananya mau bikin sambal bajak. Tapi kalau cabenya semahal ini, mending beli tomat aja deh.\nAgus: Hahaha, jangan gitu. Nego dulu kali. Pak, dua puluh boleh nggak sekilonya?\nYoga: Nah gitu dong, Agus jagoan tawar.\nLia: Oke, itu lima kilo ya. Habis ini beli terasi sama bawang yuk.\nAgus: Siap, jalan.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kramat Jati"} {"id": 25, "scenario": "di bengkel", "participants": "Dewi dan Maya dan Joko", "dialogue": "Maya: Dew, bengkel ini beneran bisa? Motorku bunyi aneh banget.\nDewi: Santai, Mak. Joko di sini jago, udah langganan bokap.\nJoko: Halo Mbak, ada yang bisa dibantu?\nMaya: Iya Mas, motor saya kalau dipanasin suara gredek-gredek gitu.\nJoko: Anu, kemungkinan roller-nya aus. Saya cek dulu ya.\nDewi: Nah kan, Mak. Tuh Mas Joko langsung nemu.\nJoko: Ketauan mbak, roller-nya udah gepeng. Ganti aja, 50rb udah sama jasa.\nMaya: Ya udah, ganti aja Mas. Makasih!", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Jaya Motor"} {"id": 74, "scenario": "di bank", "participants": "Ratna dan Fajar dan Lia", "dialogue": "Ratna: Eh Fajar, antrian kok panjang banget sih? Kayaknya bakal lama deh.\nFajar: Iya nih, apalagi hari Senin. Makanya tadi bilang mending pagi-pagi banget.\nLia: Aku sih nemenin aja. Mbak Ratna mau ngurus apa emangnya?\nRatna: Mau buka rekening buat usaha kecil. Terus sekalian tanya-tanya soal pinjaman KUR.\nFajar: Oh gitu. Nanti tanya aja ke CS-nya, mereka biasanya ngebantu banget kok.\nLia: Iya, mumpung antrian masih lama, kita ngobrol dulu aja sambil nunggu.\nRatna: Hehe iya, sekalian cari hiburan. Eh udah kebagian nomor belum?\nFajar: Udah, nomor 45. Tau deh jam berapa kebagian.", "tone": "santai", "setting": "Kantor Cabang Bank BCA Sudirman"} {"id": 47, "scenario": "di bank", "participants": "Budi dan Wulan dan Joko", "dialogue": "Budi: Wulan, giliran gua udah lewat belum?\nWulan: Belum, Pak. Masih dua antrean lagi.\nJoko: Santai aja, Bud. Daripada bete, ngopi dulu yuk.\nBudi: Haha iya juga. Eh Wulan, ATM di sini bisa setor tunai kan?\nWulan: Bisa, Pak. Tapi kalau mau ganti buku tabungan, mending ke teller aja.\nJoko: Nah itu, kebetulan aku juga mau ambil buku tabungan baru.\nWulan: Siap. Nama Bapak siapa dulu, biar saya cek antreannya.\nJoko: Joko Susilo, Bu.", "tone": "santai", "setting": "Bank Central Asia, KCU Sudirman"} {"id": 80, "scenario": "di bank", "participants": "Sinta dan Rudi", "dialogue": "Sinta: Eh, Rudi, ternyata kamu di sini juga. Ngantrinya panjang banget, ya?\nRudi: Iya, nih. Mau ganti buku tabungan, tapi loketnya cuma dua yang buka.\nSinta: Sabar aja. Tadi aku ambil nomor antrean jam sembilan, sekarang masih antrean 15.\nRudi: Berarti masih lama, dong? Aku ada meeting jam sebelas, nih.\nSinta: Wah, kalau gitu kamu bisa pakai mesin self-service di pojok sana buat ganti buku. Nggak perlu nunggu loket.\nRudi: Oh, iya? Nggak tahu aku. Makasih, Sinta. Aku coba ke sana, ya.\nSinta: Sama-sama. Semoga cepet selesai. Dadah, Rudi!", "tone": "santai", "setting": "Bank Mandiri Cabang Sudirman"} {"id": 81, "scenario": "di kantor", "participants": "Rina dan Tika", "dialogue": "Rina: Tika, kamu udah lihat email dari Bu Sari belum? Deadline laporan maju ke Jumat loh.\nTika: Astaga, serius? Aku kira masih minggu depan. Duh, data divisi aku belum lengkap nih.\nRina: Sabar, aku juga baru kelar 70%. Siang ini kita gas bareng-bareng aja, biar cepet.\nTika: Sip! Nanti aku traktir kopi deh, sekalian nyari tenaga.\nRina: Cuih, jangan kopi dulu, takut makin melek terus malah lembur. Eh, tapi deal!\nTika: Haha, oke deh. Pulang kantor kita makan bakso aja, biar semangat.", "tone": "santai", "setting": "Pantry kantor lantai 3"} {"id": 38, "scenario": "di kantor", "participants": "Fitri dan Fajar", "dialogue": "Fitri: Fajar, lu udah liat email dari Bu Rina belum? Katanya meeting maju ke jam 9.\nFajar: Hah, serius? Kirain masih jam 10. Untung lu bilang, gue belum buka email sama sekali.\nFitri: Iya, tadi gue hampir aja telat. Eh, lo udah makan? Gue mau ke kantin, sekalian bahas draft yang barusan dikirim.\nFajar: Belum, nih. Iya, gue juga mau bahas itu. Sini, gue temenin.", "tone": "santai", "setting": "Pantry lantai 3"} {"id": 148, "scenario": "di salon", "participants": "Fitri dan Bayu dan Agus", "dialogue": "Fitri: Mas Agus, rambutku kok makin tipis ya? Benerin dong biar keliatan tebel.\nAgus: Santai, Fit. Nanti aku kasih treatment keratin plus potongan layer biar volume keliatan.\nBayu: Wah, jangan kelamaan ya. Laper nih, habis ini mau makan soto.\nFitri: Iya bentar lagi kok. Mas Agus, estimasinya berapa lama?\nAgus: Paling setengah jam, Fit. Sekalian Bayu bisa tunggu sambil cari takjil.\nBayu: Haha bener. Sana dirawat, aku tunggu di masjid sebelah.\nFitri: Oke, abis ini kabari. Makasih Mas Agus.\nAgus: Sama-sama. Nanti hasilnya pasti kece.", "tone": "santai", "setting": "Salon Melati"} {"id": 11, "scenario": "di bengkel", "participants": "Bambang dan Putri", "dialogue": "Putri: Bang, ini motor saya udah aneh banget, bunyi nglitik pas gas. Bisa dicek nggak?\nBambang: Bisa, Mbak. Ditaruh sini dulu. Kira-kira bunyinya dari mesin apa gear?\nPutri: Kayaknya dari mesin deh, Bang. Terus tadi di jalan sempat mati-mati sendiri, untung nggak jauh dari sini.\nBambang: Ohh, kalau gitu kemungkinan busi atau karburatornya. Saya buka dulu ya.\nPutri: Iya Bang, sekalian ganti oli juga deh. Yang biasa aja, buat harian.\nBambang: Siap, nanti saya cek semua. Jam segini jadi sekitar satu jam, Mbak. Santai aja di ruang tunggu, ada kopi.\nPutri: Wah makasih ya Bang. Masih lama nggak? Soalnya nanti saya ada janji.\nBambang: Insyaallah satu jam udah kelar, Mbak. Nanti saya kabari kalau sudah.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Motor Berkah Jaya"} {"id": 114, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Budi dan Ratna dan Fitri", "dialogue": "Budi: Fitri, ibu kamu udah masuk ruang operasi belum?\nFitri: Baru aja masuk tadi, Bud. Deg-degan banget nih.\nRatna: Tenang, Fit. Dokter di sini udah pengalaman kok. Doain aja biar lancar.\nFitri: Iya sih, cuma nggak bisa diem bentar. Makasih ya udah mau nemenin.\nBudi: Santai aja, kita di sini sampai ibumu keluar. Minum dulu, biar nggak lemes.\nFitri: Iya, Bud. Aku ambil air dulu ya.\nRatna: Iya, sana. Nanti kalau ada kabar langsung kabarin kita.", "tone": "santai", "setting": "Ruang Tunggu IGD Rumah Sakit Harapan Kita"} {"id": 16, "scenario": "di sekolah", "participants": "Putri dan Sinta dan Ratna", "dialogue": "Putri: Sinta, tadi ulangan matematika menurutmu gimana?\nSinta: Waduh, susah banget nomor 5-nya, aku hampir gak selesai.\nRatna: Iya, aku juga! Untung masih sempat nulis asal-asalan.\nPutri: Hahaha, sama. Eh, kalian udah belajar buat remedial besok?\nSinta: Belum dong, habis ini balik ke kelas, ajarin aku dong.\nRatna: Aku ikut juga ah, sekalian biar inget rumus.\nPutri: Oke, abis makan ini langsung ke kelas ya.", "tone": "santai", "setting": "Kantin Sekolah"} {"id": 69, "scenario": "di kantor", "participants": "Maya dan Nina", "dialogue": "Maya: Nin, udah baca email dari Pak Budi belum? Katanya meetingnya maju ke jam sembilan.\nNina: Loh, serius? Kirain masih jam sepuluh. Untung kamu ngasih tahu, tadi aku mau ke pantry dulu.\nMaya: Iya, kebetulan aku cek tadi pagi. Eh, abis meeting lunch bareng yuk? Katanya kantin lantai dua ada menu baru.\nNina: Boleh tuh! Tapi aku baru bisa jam setengah dua, ada call sama client dulu. Kamu nggak apa-apa?\nMaya: Sip, jam setengah dua. Nanti aku tunggu di depan lift ya.\nNina: Oke, deal. Sekalian aku siapin print-out-nya sekarang, biar meeting-nya cepet kelar.", "tone": "santai", "setting": "Ruang kerja lantai 3, dekat meja Maya"} {"id": 59, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Dewi dan Lina dan Eko", "dialogue": "Dewi: Eko, gimana kondisinya? Tadi aku kaget banget dengar kamu masuk IGD.\nEko: Alhamdulillah udah mendingan, cuma masih pusing dikit. Kata dokternya retak ringan, nggak perlu operasi.\nLina: Untung nggak parah. Tapi kok bisa sih jatuh dari motor? Buru-buru banget ya?\nEko: Iya, buat kejar klien. Nyesel juga, mending telat lima menit daripada begini.\nDewi: Nah itu. Kerja jangan dipaksain. Eh, udah minum obat belum? Mau aku ambilin air?\nEko: Udah, tadi perawatnya kasih. Makasih ya kalian sempat ke sini.\nLina: Iya, santai aja. Yang penting kamu cepet sembuh. Nanti kita jenguk lagi bawa sop buah.", "tone": "santai", "setting": "Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo"} {"id": 94, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Eko dan Ratna dan Yoga", "dialogue": "Eko: Rat, Mas Yoga belum keluar-keluar ya dari ruang periksa?\nRatna: Iya, Pak Eko. Barusan dicek tensinya, tinggal nunggu dokter konsul.\nYoga: Eko! Kamu udah gak sabar? Sini, gantian jagain bawaan.\nEko: Enak aja, aku kan nungguin Mas Yoga biar cepet. Eh, Rat, hasil labnya gimana?\nRatna: Belum keluar, Pak. Palingan lima belas menit lagi. Nanti saya kabari.\nYoga: Yowes, aku tak beliin es teh dulu ya, kalian mau?\nEko: Mau lah! Tapi jangan lama-lama, takut kecolongan dipanggil.", "tone": "santai", "setting": "Ruang Tunggu IGD RSUD Dr. Soetomo"} {"id": 6, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Budi dan Lina", "dialogue": "Budi: Eh Lin, bapakmu gimana? Udah diperiksa dokter belum?\nLina: Udah tadi pagi. Katanya nggak ada kelainan, cuma tensinya masih tinggi.\nBudi: Syukurlah, berarti nggak serius. Lu kelihatan capek banget, dari semalem nungguin terus?\nLina: Iya, nggak berani pulang. Takut kalau-kalau bapak butuh apa-apa.\nBudi: Aku gantian aja jagain, lu istirahat bentar di kantin. Bapakmu kan temen baik aku juga.\nLina: Makasih ya Bud. Nanti aku kabarin ibuk sekalian.\nBudi: Santai aja, toh aku di sini juga sekalian nunggu antrian obat. Eh, itu kayaknya nama bapakmu dipanggil sama dokternya.\nLina: Iya, makasih ya Bud. Habis ini aku traktir kopi ya!", "tone": "santai", "setting": "Ruang tunggu Poli Penyakit Dalam RSUD Pasar Minggu"} {"id": 126, "scenario": "di restoran", "participants": "Sinta dan Joko dan Maya", "dialogue": "Sinta: Jok, lo pesen apa? Gue laper banget nih.\nJoko: Nasi goreng aja lah, pake telur. Maya? Kamu mau apa?\nMaya: Aku sih pengen soto ayam. Tapi porsinya gede nggak ya? Kemarin ke sini lumayan banyak.\nSinta: Banyak kok. Tapi kita share gorengan aja sekalian, biar rame.\nJoko: Sip. Nanti aku pesenin dua porsi nasi goreng sama soto ayam, plus satu tahu petis ya?\nMaya: Iya, setuju. Minumnya es teh manis semua ya?\nSinta: Oke. Eh, jangan lupa minta sambalnya dipisah, aku nggak kuat pedes.\nJoko: Siap. Yang penting kenyang dulu, urusan lain belakangan.", "tone": "santai", "setting": "Restoran Padang Sederhana, Jakarta"} {"id": 34, "scenario": "di kantor", "participants": "Dewi dan Bayu", "dialogue": "Dewi: Bay, udah lihat email dari Pak Ryan belum? Katanya meeting maju jam setengah sepuluh.\nBayu: Lah, serius? Kirain masih jam sebelas. Untung lu ngasih tahu, tadi mau ke pantry dulu.\nDewi: Iya, makanya. Eh, tadi draft laporan yang lu kirim udah aku cek, bagian angka sama lampirannya udah rapi.\nBayu: Alhamdulillah, thanks ya Wi. Berarti tinggal nunggu approval dia aja.\nDewi: Sip. Tapi kalau bisa, sebelum meeting mampir ke pantry ambil kopi dulu, biar gak ngantuk pas presentasi.\nBayu: Haha setuju banget. Yaudah, aku ke pantry dulu sekarang, takutnya nanti antre.\nDewi: Oke, nanti ketemu di ruang rapat ya. Jangan telat lagi~", "tone": "santai", "setting": "Pantry lantai 3, kantor pusat"} {"id": 78, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Lia dan Tika", "dialogue": "Lia: Eh, Tika? Ngapain di sini? Sakit?\nTika: Bukan, jengukin nenek. Kamu?\nLia: Aku anterin mama periksa. Darah tinggi kambuh lagi.\nTika: Gitu ya... Semoga cepet pulih ya, ya Allah.\nLia: Aamiin. Eh, kamu udah lama nunggu? Tadi aku chat enggak dibales.\nTika: Oh, HP-ku ke-silent, hehe. Eh, aku duluan ya, nenek udah kelar diperiksa.\nLia: Sip, sampe ketemu. Titip salam buat nenek ya.\nTika: Siap, aman. Pokoknya semoga mama kamu cepet sembuh.", "tone": "santai", "setting": "Ruang tunggu Rumah Sakit Harapan Bunda"} {"id": 45, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Rina dan Budi", "dialogue": "Rina: Bud, lu udah pesen? Aku mau Es Kopi Susu Gula Aren deh.\nBudi: Udah, tadi gua ambil kopi hitam biasa. Eh, lo tadi datengnya telat banget, macet ya?\nRina: Iya nih, dari kantor tadi macetnya parah. Capek banget anjir.\nBudi: Iya, apalagi Jumat gini. Eh bentar, Min, satu Es Kopi Susu Gula Aren.\nRina: Makasih ya, Bud. Jadi, gimana hasil meeting lo tadi? Jadi gak deal sama kliennya?\nBudi: Alhamdulillah jadi, tapi masih nego harga. Ya gitu deh, pelan-pelan.\nRina: Syukurlah. Yah, semoga lancar terus ya. Aku sih kayaknya bakal ngafe di sini terus kalau udah kaya lo, hehe.\nBudi: Haha, udah ah. Yang penting kerjaan aman. Ayo, kopinya diminum dulu, biar hangat-hangat ngerjain tugas sore.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 141, "scenario": "di sekolah", "participants": "Putri dan Tika", "dialogue": "Putri: Tik, udah ngerti belum materi Matematika tadi? Aku pusing banget sama integral.\nTika: Hahaha, sama. Tadi aku cuma diem aja takut ditunjuk Bu Sari.\nPutri: Terus gimana dong? Besok udah ulangan harian, males banget.\nTika: Tenang, nanti aku les sama Kak Rara. Mau ikut? Mumpung masih ada kuota.\nPutri: Boleh juga tuh. Jam berapa?\nTika: Jam tiga, di rumahku. Nanti kita bareng aja.\nPutri: Oke sip, makasih ya Tik. Aku bawain cemilan deh.\nTika: Sip, jangan lupa ya. Pulang nanti bareng ke rumahku, ya!", "tone": "santai", "setting": "Kantin SMA Negeri 1, dekat lapangan upacara"} {"id": 46, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Budi dan Vina", "dialogue": "Budi: Vina, kopimu udah dingin tuh. Mau ganti?\nVina: Ah nggak usah, Bi. Sekalian nemenin kamu ngantuk, wkwk.\nBudi: Dibilangin kerja, malah ngelawak. Report-mu udah kelar?\nVina: Udah lah, tadi siang. Sekarang cuma nunggu balasan bos.\nBudi: Mantap. Kalau gitu nenggak yang panas dulu, biar makin fresh.\nVina: Iya deh, sekali aja. Yang penting jangan lupa bayarin kopiku ya!\nBudi: Dasar! Iya-iyalah, biar kamu nggak ngetok-ngetok dompet kosong.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 13, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Lia dan Budi", "dialogue": "Lia: Bud, lo pesen apa? Aku mau kopi susu sama pisang goreng.\nBudi: Aku amerika aja. Eh, tau nggak, kata Pakde, harga kopi naik lagi minggu depan.\nLia: Hah, serius? Kemahalan dong ngopi tiap hari. Mending bikin sendiri di rumah.\nBudi: Ya tapi kan beda, ngopi di sini tuh ada anginnya, bisa liat orang. Haha.\nLia: Iya sih. Eh, udah dulu ya, aku mau nyusul meeting online jam sepuluh.\nBudi: Sip, kabari kalau jadi pindah ke tempat baru.\nLia: Siap. Bayarin dulu ya, nanti aku transfer.\nBudi: Santai, itu mah.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 49, "scenario": "di stasiun", "participants": "Sari dan Rizky", "dialogue": "Sari: Rizky, tiketnya udah dicek belum? Eh, kereta kita jam berapa sih?\nRizky: Udah lah, santai. Jam setengah sebelas, masih lama. Kamu laper nggak? Tadi aku lihat ada yang jual nasi uduk di depan.\nSari: Laper sih, tapi takut ketinggalan. Eh, tadi ada pengumuman katanya KA Argo Parahyangan telat 15 menit? Bener nggak sih?\nRizky: Iya, bener. Makanya santai aja. Kita masih punya waktu 30 menit lebih. Kamu mau nasi uduk? Sekalian aku beliin air mineral.\nSari: Oke deh, beliin ya. Aku tunggu di sini sambil jagain barang.\nRizky: Siap, bentar. Jangan kemana-mana ya.\nSari: Iya, aman. Cepet balik, ya.", "tone": "santai", "setting": "Peron Stasiun Pasar Senen"} {"id": 12, "scenario": "di sekolah", "participants": "Ratna dan Sinta dan Dodi", "dialogue": "Ratna: Eh, Sinta, Dodi, lo udah ngumpulin tugas pak Budi belum?\nDodi: Udah tadi pagi, pas jam pertama. Pinjem bukunya Rat, cepet.\nSinta: Duh, aku lupain di rumah. Gimana dong, kan mau dinilai hari ini.\nRatna: Ya ampun Sin, tadi aku ingetin lewat chat lho.\nSinta: Iya, maaf, HP-nya keisi mulu. Padahal udah ngerjain susah payah.\nDodi: Tinggal bilang ke Pak Budi, minta kumpulin besok sekalian sama yang remedial. Biasanya beliau ngertiin kok.\nSinta: Beneran? Oke deh, abis ini aku temuin beliau ke ruang guru.\nRatna: Semoga diluluskan. Sana buruan, sebelum bel masuk lagi.", "tone": "santai", "setting": "Koridor lantai dua, SMA Negeri 4 Jakarta"} {"id": 14, "scenario": "di pasar", "participants": "Fitri dan Eko", "dialogue": "Fitri: Eko, tolong dong bawain belanjaan gue, berat banget nih.\nEko: Yaelah, tadi lo bilang cuma nengokin pasar, kok jadi borong sayur?\nFitri: Hahaha, rakyat juga butuh makan, Pak. Eh, cabenya berapa sekilo? Murah nggak?\nEko: Yang itu? 35 ribu. Kemarin di pasar induk 30, tapi buat kualitas segini udah murah lah.\nFitri: Ya udah, ambil setengah kilo deh. Bayar dulu, ntar gue traktir bakso.\nEko: Oke deh, deal. Mampir sebentar ke durennya, mau cariin yang legit buat nyokap.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama"} {"id": 122, "scenario": "di salon", "participants": "Fitri dan Vina dan Putri", "dialogue": "Fitri: Vina, kamu potong rambut apa nih? Dikit lagi gue nyusul.\nVina: Ini mau dipotong tipis aja, udah bosen panjang. Putri, kok cuma liatin HP sih, nggak mau creambath?\nPutri: Ih, gue nggak kuat duduk lama. Cap dulu, baru creambath.\nFitri: Oke, abis gue potong, kita ngopi di seberang iya? Sekalian nunggu Putri.\nVina: Sip, gue jadi. Putri jangan lama-lama ya.\nPutri: Iya-iya, bentar kok. Eh, Fitri potongannya bagus, cocok.\nFitri: Haha, thanks. Sekalian elo isi salon ini tiap bulan ya.", "tone": "santai", "setting": "Salon Cantik Bu Rina"} {"id": 127, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Lia dan Eko", "dialogue": "Lia: Eh Eko, kamu kok di sini? Sakit apa nih?\nEko: Ya ampun, Lia! Tumben ketemu di RS. Aku cuma anterin ibu periksa, dia lagi cek tensi.\nLia: Oh kirain kamu sakit. Syukurlah. Aku nemenin anakku vaksin, tuh lagi dicatet sama suster.\nEko: Wah, makin gede aja anak kamu. Udah bisa jalan belum?\nLia: Udah, sih, cuma masih megangin meja. Eh, nomor antrian ibu kamu udah deket belum?\nEko: Belum, masih 3 orang lagi. Kamu balik aja ke dalem, takutnya Si Kecil nyariin.\nLia: Iya, nanti kabarin ya. Semoga ibu cepet sembuh!\nEko: Amiin. Makasih ya Lia, dadah!", "tone": "santai", "setting": "Ruang Tunggu Poliklinik RS Harapan Sehat"} {"id": 28, "scenario": "di pasar", "participants": "Budi dan Fitri dan Andi", "dialogue": "Budi: Fit, cabenya jangan yang keriting, nanti pedesnya kebangetan.\nFitri: Ah, kamu ini. Yang keriting justru enak buat sambal. Andi, menurutmu?\nAndi: Gue sih ambil yang merah aja, biar aman. Yang keriting kadang suka tajam.\nBudi: Yaudah, beli dua-duanya sekalian. Mumpung lagi murah.\nFitri: Nah, gitu dong. Sekalian beli bawang putihnya ya, udah mau abis.\nAndi: Budi, lo bawa uang kecil nggak? Nanti susah kalau gede semua.\nBudi: Ada kok. Yaudah gas, sekalian ke lapak mboknya tadi.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Induk Kramat Jati"} {"id": 20, "scenario": "di bengkel", "participants": "Arif dan Sinta dan Lia", "dialogue": "Lia: Kak, motor gue mogok di tengah jalan. Udah dicoba starter berkali-kali, nggak mau nyala.\nArif: Iya, tadi dari depan masjid gue dorong sampe sini. Capek banget, tolong dicek dong.\nSinta: Santai, gue liat dulu. Paling cuma busi atau aki-nya soak, masalah sepele.\nLia: Tapi ini motor masih baru lho, belinya belum setahun.\nSinta: Oh, masih garansi dong. Oke, nanti gue cek part-nya, kalau emang rusak bisa klaim garansi.\nArif: Wah, alhamdulillah. Kirain gue bakal keluar duit banyak buat servis.\nSinta: Eh, jangan keburu seneng. Tunggu setengah jam, gue kabarin hasilnya.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Motor Jaya"} {"id": 145, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Fitri dan Rina", "dialogue": "Fitri: Eh, kamu di sini ternyata! Kirain aku salah lihat tadi di loket.\nRina: Iya, badan panas dari kemarin. Mending periksa deh biar nggak makin parah.\nFitri: Bener tuh. Udah ketemu dokter belum?\nRina: Belum, masih nunggu dipanggil. Antriannya lumayan lama ya.\nFitri: Sabar, yang penting dicek. Minum obat nanti yang teratur, jangan telat.\nRina: Iya, ah. Makasih ya udah nemenin nunggu. Kamu sini periksa apa?\nFitri: Aku cuma anter ibu tadi. Sekalian mau jemput dia habis cek laboratorium.\nRina: Oh, gitu. Ya udah, aku doain ibu cepet sembuh. Nanti kabari kalau ibu selesai, kita ngopi yuk!", "tone": "santai", "setting": "Ruang tunggu poli umum RSUD"} {"id": 44, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Intan dan Fajar", "dialogue": "Intan: Faj, lo udah minum obat belum? Kata dokter tadi harus rutin, jangan sampe lupa.\nFajar: Udah, tadi abis sarapan. Tapi jujur enek banget abis minum itu, Mba.\nIntan: Wajar, efek sampingnya emang gitu. Makan dulu biar gak mual.\nFajar: Iya sih, tadi aku cuma makan roti dikit. Dokter bilang kontrol lagi dua minggu lagi, ya?\nIntan: Iya, udah aku catetin tanggalnya. Ntar aku temenin, sekalian temenin ke apotik.\nFajar: Makasih ya, Mba. Pulangnya nanti aku beliin lo es krim, deh.\nIntan: Hush, gak usah. Yang penting lo sehat. Ayo, kita balik sekarang aja, udah siang.", "tone": "santai", "setting": "Ruang tunggu poli umum RSUD Dr. Soetomo"} {"id": 55, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Dedi dan Nina", "dialogue": "Dedi: Eh, Nina! Ngopi sendirian aja? Biasanya bareng Rara tuh.\nNina: Iya nih, Rara lagi sakit. Jadi aku kabur bentar biar nggak suntuk di kos.\nDedi: Oalah, gitu. Udah pesen apa belom?\nNina: Belum, tadi masih liatin menu. Kopi susu gula aren sih kayaknya.\nDedi: Itu enak, apalagi sama pisang gorengnya. Aku pesenin sekalian ya?\nNina: Wah, boleh banget! Nanti aku transfer ya, Ded.\nDedi: Ah, santai aja. Ini traktiran, sekalian nyenengin temen yang lagi suntuk.\nNina: Haahaha, makasih ya! Besok aku ganti traktir deh.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 90, "scenario": "di sekolah", "participants": "Bambang dan Arif", "dialogue": "Bambang: Arif, lu udah belajar buat ulangan fisika besok?\nArif: Belum lah, males. Lu?\nBambang: Ya gitu deh, tadi malem sempet baca-baca dikit. Katanya Pak Dedi suka ngasih soal hitungan.\nArif: Haduh, paling pusing aku kalau hitung-hitungan. Ntar aku nyontek lu ya?\nBambang: Jangan dong, nanti ketauan. Daripada nyontek, mending kita belajar bareng aja jam istirahat.\nArif: Ya udah deh, sepulang sekolah di perpustakaan. Oke?\nBambang: Sip, deal. Jangan lupa bawa catetan lu.", "tone": "santai", "setting": "Kantin Sekolah"} {"id": 21, "scenario": "di warung kopi", "participants": "Rizky dan Tika", "dialogue": "Rizky: Tik, lu pesen apa? Aku mau kopi susu sama pisang goreng.\nTika: Ya ampun, abis makan malem kok masih laper sih. Aku es teh manis aja deh.\nRizky: Yaudah biar rame. Pakde, kopi susu satu, es teh manis satu, pisang goreng dua!\nTika: Eh, lo udah bayar utang kemarin belum? Kata Pakde lo masih ngutang.\nRizky: Hah? Ah iya, lupa. Nanti sekalian bayar aja.\nTika: Dasar. Yaudah sini, sekali ini aku traktir.\nRizky: Serius? Makasih Tik, nanti gantian aku balik.", "tone": "santai", "setting": "Warung Kopi Pakde"} {"id": 104, "scenario": "di pasar", "participants": "Bayu dan Rudi", "dialogue": "Bayu: Rud, kesini deh! Cabe-nya lagi fresh banget, baru bongkar.\nRudi: Dapet berapa per kilo?\nBayu: Dua puluh lima, gue udah nawar. Lo mau ambil?\nRudi: Boleh juga. Nanti gue beli sekilo, lumayan kebagian tugas masak di rumah.\nBayu: Sekalian mampir ke lapak Bu Sari? Jagung manisnya lagi bagus.\nRudi: Ah iya, gue butuh itu. Sana, sebelum kehabisan.\nBayu: Yaudah, gue temenin. Abis itu pulang bareng.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama"} {"id": 98, "scenario": "di bank", "participants": "Rina dan Sari dan Vina", "dialogue": "Rina: Eh, Sari, Vina, kalian udah ambil nomor antrean belum?\nSari: Belum, tadi aku lihat antreannya panjang banget. Kamu?\nVina: Aku udah, nomor C-12. Lumayan, masih lima antrean lagi.\nRina: Oke deh, kalau gitu aku ambil dulu ya. Siapa tau keburu tutup.\nSari: Iya, cepetan. Nanti kita temenin sambil nunggu.\nVina: Eh, habis ini kalian mau langsung pulang atau mampir dulu?\nRina: Mampir deh, aku laper. Tapi tunggu urusan bank-nya beres dulu, ya.", "tone": "santai", "setting": "Bank Mandiri KCU Sudirman"} {"id": 2, "scenario": "di pasar", "participants": "Joko dan Dewi", "dialogue": "Joko: Dewi, ke sini dong! Cabenya fresh, katanya baru dateng.\nDewi: Wah, iya? Harganya berapa nih, Pak?\nJoko: Itu tanyain sendiri aja, aku nggak mau nawarin biar nggak sungkan. Tenang, nggak mahal-mahal amat kok.\nDewi: Ya udah, beli dua ons deh. Eh, tadi kamu udah beli sayur belum?\nJoko: Udah, tadi beli kangkung sama tempe. Eh, nanti sore ke rumahku ya, sekalian masak bareng.\nDewi: Siap, aku bawa lauknya. Ya udah, cabenya dibungkus, kita lanjut.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kramat Jati, Jakarta Timur"} {"id": 72, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Budi dan Fajar", "dialogue": "Budi: Eh, lu ngapain di sini? Sakit?\nFajar: Iya nih, perut melilit dari tadi. Baru aja selesai diperiksa dokter.\nBudi: Gawat nggak? Kok bisa gitu?\nFajar: Kata dokternya sih maag kambuh, gara-gara gue jarang sarapan.\nBudi: Nah, kan. Gue kan sering bilang, makan tuh jangan suka telat.\nFajar: Iya, udah kapok. Mulai besok gue jagain pola makan, deh.\nBudi: Gitu dong. Semoga cepet sembuh, ya. Jangan lupa minum obatnya.\nFajar: Siap. Makasih, Di. Udah mau temenin gue di sini.", "tone": "santai", "setting": "Ruang Tunggu UGD RSUD"} {"id": 115, "scenario": "di kantor", "participants": "Joko dan Yoga dan Lina", "dialogue": "Lina: Jok, laporan mingguannya udah kelar belum? Tadi pagi Bu Rina nanyain.\nJoko: Udah dong, tinggal ngirim. Lagi review dikit sama Yoga, sekalian cek data penjualannya.\nYoga: Iya, aku lagi liatin. Eh tapi ini kayaknya ada selisih sama data dari divisi A, lo cek dulu gih.\nLina: Waduh, jangan sampai salah kirim nanti. Mending aku sekalian aja bantu cek, biar cepet.\nJoko: Wah makasih, Lin. Kick off meeting jam sebelas, mumpung masih ada waktu sejam.\nYoga: Oke ini udah kelar, timpa data yang bener, baru deh aku bales ke emailnya.\nLina: Sip. Udah jam makan siang nih, habis kirim kita ke kantin yuk, sekalian bahas meeting tadi.\nJoko: Gas! Aku traktir es teh dulu buat kalian berdua.", "tone": "santai", "setting": "Ruang kerja tim pemasaran, lantai 3, gedung kantor pusat"} {"id": 57, "scenario": "di bank", "participants": "Arif dan Yoga dan Putri", "dialogue": "Arif: Yoga, udah ambil nomor antrian belom? Banyak banget kayaknya.\nYoga: Udah, A112. Masi 15 antrian lagi. Bosen, Put.\nPutri: Santai lah. Ini bank, emang mau cepet gimana. Eh, pinjem pulpen dong, aku mau isi formulir.\nYoga: Nah iya, formulirnya ribet. Put, KTP kok diisi dua kali sih?\nPutri: Biar aman datanya, kayaknya. Pokoknya baca dulu, jangan asal tanda tangan.\nArif: Eh kok dipanggil? A112. Cepet ke teller sana, biar cepet kelar.\nYoga: Oke oke. Doain lancar ya.\nPutri: Ayo lah, abis ini ngopi di Kafe D'Lush depan jalan kali, sambil nunggu Arif.", "tone": "santai", "setting": "Bank BRI cabang Harmoni"} {"id": 108, "scenario": "di stasiun", "participants": "Lina dan Rudi", "dialogue": "Lina: Rud, tiket lo udah dicek belum? Kereta jam setengah lima, jangan telat.\nRudi: Udah, tenang. Eh bentar, gue haus. Lo mau ke minimarket gak?\nLina: Mau lah, sekalian beli roti buat di kereta. Tapi cepet ya, nanti antri.\nRudi: Santai, masih setengah jam. Lo tunggu di sini aja, gue beliin.\nLina: Oke, jangan lama-lama. Takut ketinggalan.\nRudi: Gak akan. Pas balik, langsung ke peron kan?\nLina: Iya, nanti gue chat kalau udah di pintu masuk peron.\nRudi: Sip, gue jalan ya.", "tone": "santai", "setting": "Stasiun Pasar Senen, Jakarta"} {"id": 51, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Joko dan Lina", "dialogue": "Joko: Lin, gimana tadi katanya hasil lab? Udah keluar belum?\nLina: Belum, Jo. Kata perawatnya nunggu sejam lagi.\nJoko: Ya ampun, lama banget. Kamu udah makan?\nLina: Belum sempet. Tadi buru-buru ke sini, takut antre.\nJoko: Sekalian ambilin makan di kantin deket lobi ya. Aku nungguin di sini.\nLina: Halah, kamu mah pengen nyam-nyam. Iya deh, tapi jangan jauh-jauh.", "tone": "santai", "setting": "Ruang Tunggu Lab RS Harapan Bunda"} {"id": 149, "scenario": "di kantor", "participants": "Fitri dan Ratna", "dialogue": "Fitri: Rat, lu udah liat email dari Bu Ayu belum? Soal deadline laporan bulanan.\nRatna: Udah sih, baru aja tadi pagi. Kok katanya maju seminggu, ya? Padahal aku masih nunggu data dari tim sales.\nFitri: Iya nih, bikin mepet. Gimana kalau kita minta tolong Rina buat rekap penjualan, biar cepet?\nRatna: Boleh tuh. Aku juga nanti langsung hubungi tim sales buat ngejar datanya.\nFitri: Oke deh, nanti siang kita update progress bareng ya. Sekalian makan siang, aku traktir.\nRatna: Siap! Itu dia, semangat.", "tone": "santai", "setting": "Pantry Lantai 3"} {"id": 130, "scenario": "di pasar", "participants": "Lia dan Lina", "dialogue": "Lia: Eh Lin, ini cabenya masih fresh gak ya?\nLina: Fresh lah, barusan dateng. Mau ambil banyak?\nLia: Lumayanlah buat stok rumah. Harganya berapa?\nLina: Tiga puluh ribu sekilo, kalau ambil dua kilo jadi lima puluh aja.\nLia: Ah, masih mahal dikit. Turunin jadi empat lima gimana?\nLina: Eh, susah amat. Ya udah deh, buat kamu empat lima, pakai wadahnya ya.\nLia: Oke deh, makasih Lin! Ambil dua kilo.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran, kios sayur dekat pintu utara"} {"id": 60, "scenario": "di bengkel", "participants": "Intan dan Bambang", "dialogue": "Intan: Bang, motor saya bunyi ngik-ngik pas ngerem. Bisa dicek nggak?\nBambang: Bisa mbak. Sebentar, saya cek dulu kampas remnya.\nBambang: Iya nih, kampasnya udah habis. Pantas bunyi. Mau diganti sekarang?\nIntan: Ya udah ganti aja Bang, biar aman. Kira-kira lama nggak?\nBambang: Paling 15 menit. Sambil nunggu, mbak minum kopi dulu ya.\nIntan: Wah makasih Bang. Saya tunggu di sini.\nBambang: Sama-sama mbak. Nanti saya panggil kalau udah beres.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Motor Berkah Jaya"} {"id": 56, "scenario": "di stasiun", "participants": "Nina dan Rina", "dialogue": "Nina: Rin, tiketnya udah dipegang kan? Jangan sampe ketinggalan kayak kemarin.\nRina: Udah dong, tenang. Eh, kita masuk lewat pintu mana sih?\nNina: Yang deket pintu 3, deket gerbong 5. Buruan, jam segini makin rame.\nRina: Iya iya. Sambil nunggu kereta, aku beli kopi dulu ya. Lu mau?\nNina: Mau ah, yang panas. Eh jangan lama-lama, nanti keretanya keburu masuk.\nRina: Lima menit doang, santai. Di sini aja nungguin aku.", "tone": "santai", "setting": "Stasiun Gambir, Jakarta"} {"id": 24, "scenario": "di stasiun", "participants": "Lina dan Sinta dan Hendra", "dialogue": "Lina: Sinta, tiketnya udah dipegang? Jangan ketinggalan lagi kayak minggu lalu.\nSinta: Udah lah, ini. Eh, Hendra kok diem aja? Demam lagi?\nHendra: Nggak, dingin AC-nya. Kereta yang ke Bekasi udah masuk belum?\nLina: Baru aja pengumuman, telat 10 menit. Masih nunggu di Cikini katanya.\nSinta: Ya udah, kita ngadem dulu di sini. Daripada nunggu di luar panas.\nHendra: Sip. Nanti kalau udah masuk, lo yang nyerobot duluan, Sin. Gue bawa Lina.\nLina: Ih, jangan berantem. Angkutannya sepi kok, pasti dapet duduk.", "tone": "santai", "setting": "Peron 3 Stasiun Manggarai"} {"id": 8, "scenario": "di rumah sakit", "participants": "Tika dan Maya dan Dewi", "dialogue": "Tika: Duh, kirain antrean poli bedahnya bakal lama, eh ternyata cepet juga.\nMaya: Iya, untung tadi kita daftar online. Kamu nemenin siapa, Tik?\nTika: Nemenin ibu, mau kontrol luka jahitan. Kalian berdua ngapain?\nDewi: Aku jaga temen yang mau operasi kecil. Maya sih katanya mau jenguk sepupunya.\nMaya: Iya, sekalian bawa buah. Eh, nomor antrean ibu kamu udah dipanggil tuh.\nTika: Ah iya, makasih ya! Aku masuk dulu, nanti kabarin.\nMaya: Sip, semoga cepet sembuh ibunya.\nDewi: Aamiin, kami tunggu di kantin ya.", "tone": "santai", "setting": "Ruang tunggu poli bedah RSUD Dr. Soetomo"} {"id": 9, "scenario": "di pasar", "participants": "Sari dan Budi dan Nina", "dialogue": "Sari: Eh Bud, di sini juga? Lagi belanja apa?\nBudi: Iya, nitip istri beli sayur. Tapi bingung, cabai naik lagi harganya.\nNina: Iya deh, udah naik dari kemarin. Ini aku ambil yang ijo aja, lumayan murah.\nBudi: Mangkanya. Eh, kalian udah sarapan? Tadi aku liat ada bubur ayam enak depan sini.\nSari: Udah kok, tadi. Ya udah, kita duluan ya, mau ke penjual ikan dulu.\nBudi: Oke, hati-hati. Nanti mampir ke rumah kalau udah beres.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kebayoran Lama"} {"id": 109, "scenario": "di bank", "participants": "Fajar dan Ratna dan Rina", "dialogue": "Fajar: Eh kayaknya antrian bakal lama, mending ambil nomor dulu.\nRatna: Udah. Cuma tinggal dua lagi, lumayan cepet kok.\nRina: Tapi aku mau tanya deposito, bisa sekalian?\nFajar: Bisa kali, tanya aja ke CS nanti. Eh, giliran gua masuk dulu ya.\nRatna: Sana, nanti kita nunggu di depan ATM.\nRina: Sip, jangan lupa saldo dicek, jangan sampai minus gara-gara jajan tiap hari.", "tone": "santai", "setting": "Bank BRI Cabang Sudirman"} {"id": 23, "scenario": "di salon", "participants": "Maya dan Budi dan Lina", "dialogue": "Maya: Lin, rambutku udah rusak banget nih, bisa dipulihin nggak?\nLina: Bisa dong, kamu pakai treatment keratin aja. Sekali treatment langsung keliatan.\nBudi: Wah, lama nggak Lin? Aku laper nih.\nLina: Bentar doang, sejam lah. Sambil nunggu, depan ada Indomie, tinggal nyebrang.\nMaya: Haha iya deh, Bud. Sabar ya, biar aku cantik dulu.\nBudi: Iya iya, gue tunggu di warung Kopi Senja. Panggil kalau udah.\nMaya: Siap. Makasih ya Lin, dadah.", "tone": "santai", "setting": "Salon Lina's Beauty, Jalan Melati"} {"id": 140, "scenario": "di sekolah", "participants": "Maya dan Nina", "dialogue": "Maya: Nin, lo udah ngumpulin tugas matematika belum?\nNina: Belum, tadi pagi gue malah ketinggalan. Lo udah?\nMaya: Udah, tadi jam pertama langsung kumpul. Katanya Pak Rudi mah lagi galak, apalagi kalau telat.\nNina: Halah, gue ngerjainnya juga udah, cuma kecewa aja. Berangkat kesiangan gara-gara alarm gak bunyi.\nMaya: Duh, nasib. Sini cepetan kumpulin, ntar jam istirahat kita ke kantin bareng.\nNina: Eh iya, sekalian gue laper. Siang ini gak bawa bekal. Oke deh, gue ke ruang guru dulu, tungguin ya.\nMaya: Santai, gue tunggu di depan kantin. Jangan kelamaan!", "tone": "santai", "setting": "Kantin SMA Harapan Bangsa"} {"id": 27, "scenario": "di bengkel", "participants": "Bayu dan Joko dan Dewi", "dialogue": "Bayu: Jok, motormu bunyi ngik-ngik gitu, takut mogok pas berangkat.\nJoko: Iya nih, udah gitu tarikannya berat. Eh nanti tanya Dewi aja, dia ngerti soal ini.\nDewi: Lha, ini rantainya sudah kendor, terus setelan klep juga kebobolan. Turunin dulu, nanti tak servis.\nJoko: Sekalian ganti oli nggak, Wi? Tumben nggak kecium.\nDewi: Iya boleh, biar sekalian. 15 menit lah, ngopi dulu sana.\nBayu: Sip deh, kita ke warung sebelah dulu. Nanti balik.\nJoko: Siap! Makasih ya, Wi.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Motor Jaya Abadi"} {"id": 36, "scenario": "di salon", "participants": "Joko dan Andi dan Vina", "dialogue": "Vina: Joko, rambutmu kok gitu? Baru potong ya?\nJoko: Iya nih, tadi dipotong sama mbaknya. Gimana, oke nggak?\nAndi: Oke sih, tapi kayaknya sebelah kiri agak beda dikit. Minta rapihin lagi gih.\nJoko: Ah masa, kamu aja yang matanya julid. Lha kamu sendiri ke salon mau ngapain?\nAndi: Mau rebonding, udah bosen rambut kriting. Vina mau enggak? Sekalian bareng.\nVina: Nggak ah, takut mahal. Aku cuma mau creambath, biar adem di kepala.\nJoko: Ya udah, nanti tungguin di depan aja sambil ngopi.\nVina: Sip, abis ini mampir ke kafe sebelah yuk!", "tone": "santai", "setting": "Salon Rapi Sejati, Pasar Minggu"} {"id": 58, "scenario": "di bengkel", "participants": "Lia dan Bambang dan Yoga", "dialogue": "Lia: Yoga, motorku kok bunyi ngik-ngik gitu pas jalan? Padahal habis ganti kampas rem.\nBambang: Waduh, jangan-jangan bearing roda-nya udah oblak. Kemarin motorku juga gitu, bunyinya mirip.\nYoga: Bentar, saya cek dulu. Yang bunyi dari depan apa belakang?\nLia: Kayaknya dari belakang, pas pelan-pelan berasa kayak gletak-gletak gitu.\nYoga: Oalah, itu mah lain lagi. Kemungkinan gear set-nya mulai longgar. Ntar saya buka, biar keliatan jelas.\nBambang: Sekalian servis bulanan aja sekalian, biar sekalian rapih. Neng Lia, setuju kan?\nLia: Haha iya deh, sekalian aja Mas. Yang penting besok udah enak buat dipake kerja.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Motor Jaya"} {"id": 63, "scenario": "di pasar", "participants": "Andi dan Wulan", "dialogue": "Andi: eh Wulan, lo beli apa aja tadi?\nWulan: tadi mah cuma sayur sama tempe. Lagian harganya lagi naik mulu.\nAndi: iya nih, cabai aja udah gila harganya. Aku tadi ngga jadi beli banyak.\nWulan: untung lo ngga beli, di sana ada yang lebih murah, tapi kualitasnya jelek.\nAndi: yang penting hemat lah. Eh, ntar mampir ke warung soto ngga?\nWulan: boleh tuh, tapi jangan lama-lama, aku mau jemput anak sekolah.\nAndi: ok deh, sekalian minum es teh. Ayo.", "tone": "santai", "setting": "Pasar Kembang"} {"id": 71, "scenario": "di salon", "participants": "Putri dan Dodi", "dialogue": "Putri: Dod, lu kok ikut ke salon sih? Bosenan nungguin.\nDodi: Ya elah, tadi katanya cuma potong ujung, kok bisa antri lama gini.\nPutri: Heh, jangan ngomel. Sekalian cat rambut, biar seger.\nDodi: Ooh, jadi berapa lama? Aku laper nih.\nPutri: Sabar, satu jam lagi. Nanti traktir bakso deh.\nDodi: Deal! Kalau gitu aku tunggu di masjid deket sini, abis salat jumat.\nPutri: Iyain aja. Nanti kabarin kalau udah kelar.", "tone": "santai", "setting": "Salon Cantika, Jl. Kemang Raya"} {"id": 7, "scenario": "di bengkel", "participants": "Fajar dan Lina", "dialogue": "Fajar: Lina, motornya udah kelar, Mbak. Cuma ganti kampas rem sama oli mesin.\nLina: Oh gitu, jadi totalnya berapa, Pak?\nFajar: Kampasnya seratus lima puluh, olinya tujuh puluh lima. Jadi dua ratus dua puluh lima ribu.\nLina: Oke deh, boleh minta struknya? Eh, terus yang tadi suara berdecit udah ilang ya?\nFajar: Iya, udah ilang. Tadi kampasnya emang udah tipis banget. Nanti kalau bunyi lagi, langsung bawa ke sini aja.\nLina: Siap, Pak. Makasih ya. Ini uangnya.\nFajar: Sama-sama, Mbak. Hati-hati di jalan.", "tone": "santai", "setting": "Bengkel Jaya Motor"} {"id": 29, "scenario": "di stasiun", "participants": "Sinta dan Agus", "dialogue": "Sinta: Eh, kereta kita udah masuk jalur 2, tuh. Udah siap?\nAgus: Udah, tapi tiketnya kamu pegang kan? Jangan bilang ketinggalan di kosan.\nSinta: Iya, di sini. Eh tunggu, kok kereta ini arahnya ke Bandung?\nAgus: Hah? Ke Bandung? Bukan tiket kita kan?\nSinta: Aduh, Agus. Tiket kita ke Surabaya. Salah jalur kali!\nAgus: Ya ampun, buruan ke jalur 1! Masih lima menit lagi.\nSinta: Cepat, awas ketinggalan. Nanti aku laporin ibumu.\nAgus: Iya iya, ayo! Jangan lari-lari, nanti jatuh.", "tone": "santai", "setting": "Stasiun Gambir, dekat papan jadwal kereta"}